CERDASLAH MENGHADAPI BENCANA, DENGAN IMAN DAN ILMU

HILANGNYA KECERDASAN MEMBAWA KEPADA HILANGNYA PERADABAN …

  1. Begitulah. rupanya manusia yang tengah berada pada kemajuan ICT dapat saja berubah menjadi amat bodoh, bahkan bertindak tidak manusiawi hanya karena berita hoax … Na’udzubillaah.
  2. MARI BELAJAR KEMBALI HIDUP BERADAT DAN BERAGAMA AGAR LAHIR KEMBALI PERADABAN YANG BERADAB
    Budaya Minang itu kuat sanda manyanda dengan agama atau antara adat dan syara’ dua hal yang menjadi satu dalam Adat Basandi Syara’ – Syara’ Basandi Kitabullaah, tanpa harus dipotong-potong atau disingkat kan.* ….
    Pastilah, bila hilang salah satu maka akan hilang keduanya. … Inilah yang terjadi.
    Ketika paham kekerabatan berbalut adat dan syarak’ hilang berganti dengan paham sekuler materialism, maka yang tampil adalah egoisme pribadi, pasti punahlah kehormatan keakraban dan martabat kemanusiaan
    Na’udzubillah.
  3. JAUHILAH PERBUATAN MAKSIAT AGAR MUSIBAH TIDAK DATANG MENERJANG
    Dari Tsauban radhiallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
    لَأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا قَالَ ثَوْبَانُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لَا نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَا نَعْلَمُ قَالَ أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنْ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا
    “ Sungguh saya telah mengetahui bahwa ada suatu kaum dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih. Kemudian Allah menjadikannya debu yang berterbangan. ”
    Tsauban bertanya, “ Wahai Rasulullah, sebutkanlah ciri-ciri mereka dan jelaskan lah perihal mereka agar kami tidak menjadi seperti mereka tanpa disadari. ”
    Beliau bersabda … “ Sesungguhnya mereka adalah saudara kalian dan dari golongan kalian, mereka shalat malam sebagaimana kalian, tetapi mereka adalah kaum yang jika bersendirian mereka menerjang hal yang diharamkan Allah.” (Shahih. HR. Ibnu Majah)._
  4. “WAL ‘IYADZ BILLAH” … Ada beda antara ujian, cobaan, adzab dan istidraj.
    FITNAH/UJIAN :
    Bisa berupa kenikmatan dan Kesedihan yang dialami orang yang beriman untuk menguji kelas keimanannya
    MUSIBAH/BENCANA :
    Berupa hal yang menyakitkan/menyedihkan menimpa pada orang yang beriman akibat semakin jauh dari Allah agar mereka kembali kepada-Nya
    ADZAB/SIKSAAN :
    Berupa hal menyakitkan/menyedihkan kepada orang kafir di dunia dan akhirat akibat kekufurannya
    ISTIDRAJ :
    Berupa kenikmatan kepada orang beriman/kafir yang menjadikan semakin jauhkan dari Allah dan bertambah kekufuranya
    Sebaiknya, kepada para korban gempa/tsunami dan keluarga yang sedang sedih, dibantu dengan penggalangan dana sosial, kenal atau tidak kenal, beriman atau tidak beriman, bukan menambahi kesedihan mereka dengan label pendosa, apalagi mengatakan akibat penguasa dzalim yang ujungnya untuk dipakai sebagai konsumsi politik belaka.
    Cukup katakan semua yang terjadi adalah cobaan keimanan, yang kalau Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkehendak kapan pun di manapun hal serupa bisa terjadi.
    Jangan pernah merasa aman dari cobaan Allah.
  5. COBAAN TERBERAT SEORANG BERIMAN SESUNGGUHNYA ADALAH KETIKA DIBERI KENIKMATAN TAPI SECARA SADAR ATAU TIDAK SADAR SEMAKIN MENJAUHKAN DIRI DARI ALLAH.
    Itulah ISTIDRAJ,
    إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ
    “Jika kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkan nya, maka dia akan terus dalam kemaksiatan kepada- Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan nikmat yang disegerakan) dari Allah .”
    (HR. Ahmad 4: 145. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits Penyanyi hasan Dilihat Dari Jalur Lain).
    Allah Ta’ala berfirman,
    فلما نسوا ما ذكروا به فتحنا عليهم أبواب كل شيء حتى إذا فرحوا بما أوتوا أخذناهم بغتة فإذا هم مبلسون
    “Maka tatkala mereka yang memberi peringatan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu gembira untuk mereka; Membagi mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka kompilasi itu mereka terdiam berputus asa. ”
    (QS. Al An’am: 44)
    INGATLAH SELALU FIRMAN ALLAAH TA’ALA ini.
    Aamiin ya Rabbal Alamiin.
  6. BERHATI HATI DENGAN TAHUN-TAHUN PENUH PENIPUAN.
    Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
    «سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ» ، قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: «الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ»
    ” Akan datang ke pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan, saat itu pendusta dibenarkan, orang yang benar justru didustakan, pengkhianat diberikan amanah, orang yang dipercaya justru dikhianati, dan Ar-Ruwaibidhah berbicara.”
    Ditanyakan:
    “Apakah AR-RUWAIBIDHAH?”
    Beliau bersabda:
    “SEORANG LAKI-LAKI YANG BODOH (Ar Rajul At Taafih) TETAPI SOK MENGURUSI URUSAN ORANG BANYAK. “
    (HR. Ibnu Majah No. 4036. Ahmad No. 7912. Dihasankan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad No. 7912. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: sanadnya jayyid. Lihat Fathul Bari, 13/84).
  7. TAWAKKUL DAN SHABAR KEKUATAN MENGHADAPI BENCANA … BERUSAHA SELALU TEGAR DAN SALING MENOLONG
    Allah SWT berfirman:
    وَمَآ أَصٰبَكُمْ مِّنْ مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَنْ كَثِيرٍ
    ” Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan- kesalahan mu). “
    (QS. Asy-Syura 42: Ayat 30)
  8. BAGUS SANGAT JIKA MAU BELAJAR KEPADA ULAMA CERDIK PANDAI SULUH BENDERANG DALAM NAGARI,
    Belajarlah kepada para Founding Fathers tentang kiat berdakwah menjalin komunikasi antar umat membangun kesatuan bangsa dan keutuhan tanah air dan NKRI. … Tarimakasih banyak.
  9. SELALULAH BERLAKU JUJUR HINDARI LAH BERBUAT DUSTA (BOHONG)
    Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu juga dijelaskan keutamaan sikap jujur dan bahaya sikap dusta … Ibnu Mas’ud menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا
    ” Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. … Hati-hati lah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta”
    (HR. Muslim).
    Begitu pula dalam hadits dari Al Hasan bin ‘Ali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ
    “Tinggalkanlah yang meragukanmu (dan pindahlah) pada apa yang tidak meragukanmu. Sesungguhnya kejujuran lebih menenangkan jiwa, sedangkan dusta (menipu) akan menggelisahkan jiwa” (HR. Tirmidzi dan Ahmad, hasan shahih).
    Jujur adalah suatu kebaikan sedangkan dusta (menipu) adalah suatu kejelekan.*
    Kebaikan pasti selalu mendatangkan ketenangan, sebaliknya Kejelekan selalu membawa kegelisahan dalam jiwa.

Somoga bermanfaat.
Selamat Beraktifitas dan Sehat serta Sukses selalu dibawah Lindungan Redha Allah. Aamiin.

Wassalamu ‘Alaiykum wa Rahmatullahi wa Barakatuh.
Buya Hma Majo Kayo
Masoed Abidin Jabbar
Buya MAbidin Jabbar
Masoed Abidin ZAbidin Jabbar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
close-alt close collapse comment ellipsis expand gallery heart lock menu next pinned previous reply search share star