HINDARILAH PERBUATAN MAKSIAT

HINDARI PERBUATAN MAKSIAT berakibat amat buruk terhadap kehidupan. “Seorang mukmin jika berbuat satu dosa, maka ternodalah hatinya dengan senoktah warna hitam. Jika dia bertobat dan beristighfar, hatinya akan kembali putih bersih. Jika ditambah dengan dosa lain, noktah itu pun bertambah hingga menutupi hatinya. Itulah karat yang disebut-sebut Allah dalam ayat,

ž“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” (HR Tarmidzi).

Mengerjakan dosa menganiaya diri sendiri.

Akibat dari perbuatan dosa atau Maksiat amatlah buruk terhadap pelakunya. Ilmu adalah cahaya yang dipancarkan ke dalam hati. Kemaksiatan dalam hati dapat menghalangi dan memadamkan cahaya itu.    Jika ketakwaan adalah penyebab datangnya rezeki, maka meninggalkan ketakwaan berarti menimbulkan kefakiran. Rasulullah saw. bersabda, “Seorang hamba dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya.” (HR. Ahmad).

Mestilah diyakini bahwa takwa adalah penyebab yang akan mendatangkan dan memudahkan rezeki. “Jika kegersangan hatimu akibat dosa-dosa, maka tinggalkanlah perbuatan dosa itu. Dalam hati tak ada perkara yang lebih pahit daripada kegersangan jiwa karena perbuatan dosa sendiri.” Maka segeralah memohon ampun bila didapati diri terseret kepada perbuatan dosa.

«  dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan Menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. » (QS.An Nisak ayat 110)

Maksiat membuat jarak dengan orang-orang baik.

Semakin banyak maksiat dilakukan, akan semakin jauh pula jarak kita dengan orang-orang baik. Jiwa akan kesepian dan sunyi.

Maksiat membuat sulit semua urusan.

Jika ketakwaan dapat memudahkan segala urusan, maka maksiat akan mempersulit segala urusan pelakunya. Ibnu Abbas r.a. berkata, “Sesungguhnya perbuatan baik mendatangkan kecerahan pada wajah dan cahaya pada hati. Menumbuhkan kekuatan badan dan melahirkan kecintaan. Sebaliknya, perbuatan buruk itu mengundang ketidakceriaan pada raut muka, kegelapan di hati, kelemahan badan, susut rezeki dan mengundang kebencian makhluk.”  Seseorang yang suka bermaksiat, semua urusannya akan menjadi sulit karena semua makhluk di alam semesta membenci pelaku maksiat. Air yang diminum tidak ridha untuk diminum. Makanan yang disuap tidak suka untuk di makan. Sahabat dekat akan lari karena enggan berurusan dan membenci perilaku maksiat. Berkah hidup pun hilang.

Maksiat memendekkan umur dan menghapus keberkahan. Umur manusia dihitung dari masa hidupnya. Kehidupan yang bermanfaat jika hidup itu dihabiskan untuk ketaatan, ibadah, cinta, dan dzikir kepada Allah serta mencari rezki yang diridhai-Nya.

Bila kebanyakan waktu dalam kehidupan ini di isi dengan maksiat maka kehidupan sebenarnya telah ditempuh dengan kesia-siaan dan tidak memberi berkah sedikitpun. Inilah yang dimaksudkan dengan pendeknya umur pelaku maksiat.

Hindari Maksiat dengan bertawakkal kepada Allah.

«  dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. dan cukuplah Dia Maha mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya. » (QS.25, Al Furqan, ayat 58).

 

Berhatihatilah selalu, Jangan berbuat maksiat.

Ketagihan berbuat maksiat sulit menghentikan. Kehinaan dan kemudharatan datang akibat perbuatan maksiat kepada Allah sehingga Allah pun menghinakannya.

« Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. dan Barangsiapa yang dihinakan Allah Maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. » (QS.22,Al-Hajj:18).

 

Kemaksiatan itu akan melahirkan kehinadinaan.

Kemuliaan hanya akan muncul dari ketaatan kepada Allah swt. dan zikir kepada Allah yang menyebabkan diri terhindar dari maksiat. Perkataan yang baik dan amal yang akan dinaikkan oleh Allah untuk diterima dan diberikan pahalanya oleh Allah Azza wa Jalla.

Ulama Salaf berdoa, “Ya Allah, anugerahilah aku kemuliaan melalui ketaatan kepada-Mu; dan janganlah Engkau hina-dinakan aku karena aku bermaksiat kepada-Mu.”. Maka tinggalkanlah perbuatan maksiat itu.

Maksiat menghalangi syafaat Rasulullah dan Malaikat,

Kecuali, bagi mereka yang bertobat dan kembali kepada jalan yang lurus.

« (malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan Malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan Kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, Maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, »

Para malaikat yang suci senantiasa bertasbih dan bertahmid serta beriman kepada Allah Azza wa Jalla. Sementara manusia sering lupa kepada tuhannya. Ketika seorang bermaksiat, senyatanya dia telah menganggap remeh Allah swt, bahkan tidak meyakini bahwa Allah Maha Melihat segala perbuatannya. Sungguh ini adalah kedurhakaan luar biasa. Para malaikat selalu mendoakan orang yang bertaubat dan kembali ingat kepada Allah dan menghindar dari maksiat dengan bertaubat atas kesalahannya. Hidup di dunia ini sebenarnya bagaikan seorang pedagang. Pedagang yang cerdik tentu akan menjual barangnya dengan harga tinggi.

Tiada yang sanggup membeli diri kita dengan harga tinggi selain hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan bayaran kehidupan surga yang abadi.

 «  Ya Tuhan Kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, ».

Bila seorang melakukan perbuatan maksiat dengan berbohong, mungkir janji, berzina, mencuri, korupsi yang hanya memberikan kesenangan sejenak, maka sesungguhnya ia telah tertipu dengan menjual diri dan kehidupannya dengan harga yang sangat rendah … !!!

Karena itu kepada orang yang bertaubat maka para Malaikat senantiasa mendoakan mereka dengan ;

 « dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu Maka Sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan Itulah kemenangan yang besar. » (QS.40, Al-Mukmin: 7-9)

Gambar

Maksiat melenyapkan nikmat dan mendatangkan azab.

Allah berfirman ; «  dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). » (Asy-Syura: 30)

Ali r.a. berkata, “Tidaklah turun bencana melainkan karena dosa. Dan tidaklah bencana lenyap melainkan karena tobat.”

Karena itu sekarang waktunya bagi kita untuk segera bertobat dan berhenti dari segala maksiat yang pernah dilakukan.

Semoga Allah menjaga kita semua dari perbuatan maksiat.

Amin.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s