MEMILAH DAN MEMILIH Sumber REZEKI

Surau Singgalang

Oleh Masoed Abidin

 

“Apabila telah selesai shalat, maka bertebaranlah kalian di muka bumi dan carilah karunia Allah, sebutlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kalian memperoleh keberuntungan.” (Q.S. Al Jumu’ah: 10).

Allah SWT memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk memacu diri meraih karunia Allah melalui mencari rezki di muka bumi ini dengan cara bekerja dan berusaha. Bekerja adalah sebuah keniscayaan. Tidak mungkin menjalani hidup tanpa berusaha. Namun, bekerja dan berusaha haruslah dilakukan dengan cara yang benar, agar hasil yang diperoleh mendapat berkah dan diridhai Allah SWT.

Al Qur’an menetapkan konsep dasar halal dan haram berhubungan dengan akuisisi (perolehan), disposisi (penempatan) menyangkut dengan harta benda yang dihukumi dengan dua kriteria,  halal dan haram. Allah SWT memerintahkan agar manusia mencari rezki dengan cara yang dihalalkan oleh Allah. Memerintahkan agar tidak memakan sesuatu kecuali yang dihalalkan oleh-Nya. Menetapkan sumbernya dari sesuatu yang halal pula. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengharamkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bgimu, dan janganlah kamu melampaui batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (Q.S. Al Maidah: 87-88).

Apabila Islam telah mengharamkan sesuatu, maka wasilah dan cara yang dapat membawa kepada perbuatan haram, hukumnya adalah haram sesuai kaidah fiqh menyatakan, “Apa saja yang membawa kepada perbuatan haram, maka itu adalah haram.”.

Dosa perbuatan haram tidak terbatas pada peribadi pelakunya sendiri. Juga menyebar kedaerah yang sangat luas. Termasuk semua orang yang bersekutu dengannya. Baik melalui harta maupun sikap. Masing-masing mendapat dosa sesuai keterlibatannya. Misalnya tentang arak (minuman kerasyang memabukkan). Rasulullah SAW melaknat sepuluh orang yang terlibat dalam hal pengadaan dan peredaran arak itu.

Hadits Rasulullah menyebutkan, “Rasulullah SAW melaknat tentang arak sepuluh golongan: (1) Yang memerasnya, (2) Yang minta diperaskan, (3) Yang meminumnya, (4) Yang membawanya, (5) Yang meminta dihantarkan, (6) Yang menuangkannya, (7) Yang menjualnya, (8) Yang memakan hasil penjualannya, (9) Yang membelinya, (10) Yang minta dibelikan.” (HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Dalam dunia kerja dan usaha, Islam tidak melarang apapun pekerjaan atau usaha, kecuali ada unsur-unsur kezhaliman, penipuan, penindasan yang mengarah kepada sesuatu yang dilarang oleh Islam. Misalnya Allah SWT telah mengharamkan perjudian dan meramal atau mengundi nasib. Firman Allah SWT menegaskan, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatn syethan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Q.S. Al Maidah: 90).

Bahaya akibat perjudian dapat menimbulkan permusuhan dan pertengkaran. Menghalangi dari zikir dan shalat. Merusak masyarakat dengan munculnya tindak kriminal akibat judi. Hilangnya semangat bekerja (pemalas). Meningkat jumlah pengangguran. Meruntuhkan rumah tangga. Menghabiskan harta dengan cara sia-sia. Menimbulkan beban hutang. Melakukan pencurian dengan sembunyi atau terangterangan seperti korupsi dan sebagainya.

Dalam bekerja dan berusaha, niat pertama mestinya menggapai ridha Allah. Perilaku yang diridhai Allah akan selalu mendapatkan berkah-Nya. Perilakua dan usaha yang tidak diberkahi akan menuai malapetaka. Ingatlah pesan Rasulullah saw, “Daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram tidak akan bertambah kecuali neraka yang pantas baginya.”. (HR. Tirmidzi). Semoga Allah SWT menjauhkan kita dari pekerjaan dan memakan apa yang telah diharamkan Allah SWT. Amin.

Wassalamu’alaikum.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s