Membuhul Masyarakat Saiyo Sakato

Surau Singgalang

Oleh :  Mas’oed Abidin

 

Kehidupan bermasyarakat di Sumatera Barat direkat oleh hubungan kebersamaan. Didalam ajaran agama kebersamaan disebut ta’awun. Nilainya mengarah kepada kebaikan. Berta’awun atas kebaikan – al birra – dan takwa. Tidak boleh bekerja sama dalam keburukan. Dalam tataran budaya di Sumatera Barat disebut gotong royong. Ada ungkapan bijak, berat sepikul ringan sejinjing sebagai wujud nyata dari nilai-nilai Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Wujudnya pada sikap seiya dan sekata.

Tataran budaya ini, dalam jangka waktu tertentu, telah terbukti mampu memberikan dorongan atau motivasi penggerak pembangunan. Perubahan yang dilahirkan berupa reformasi social dari generasi ke generasi berikutnya. Kemajuan Ranah Bundo – di Sumatera Barat ini – menjadikan sikap ta’awun atau gotong royong seia dan sekata modal besar meraih keberhasilan berbagai bidang di nagari, dusun taratak. Nilai budaya Minangkabau sejak lama telah memberi sumbangan besar mewujudkan persatuan bangsa dan kesatuan wilayah di Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini.

Kehidupan masyarakat Sumatera Barat di era-globalisasi mesti berlomba menanam kebaikan. Keunggulan ada pada kemampuan menegak yang makruf yakni nilai yang baik menurut keyakinan agama Islam yang dianut masyarakat Sumatera Barat. Keyakinan itu menumbuhkan harga diri dengan giat bekerja (enterprising) terjaga buhul (sinerjitas) bermasyarakat tidak berpecah belah, “Dan berpegang kamu semua kepada tali Allah, dan jangan kamu bercerai-berai, dan ingat akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-­musuhan, maka Allah menjinakkan diantara hatimu lalu menjadi kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada ditepi jurang neraka, lalu Allah menyelamat kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”.(Q.S. Ali Imran: 103).

Sumatera Barat sedang menuju satu bentuk masyarakat baru. Mestinya berdaya mereposisi kondisi masyarakat mengatasi kemiskinan dan ketertinggalan di berbagai bidang politik, pendidikan, ekonomi serta hak asasinya sebagai masyarakat adat yang beragama Islam. Masyarakat semestinya memperoleh hak asasi setara dengan kewajiban yang telah ditunaikan. Bimbingan akidah Islam bersendikan Kitabullah menetapkan tidak pantas bagi satu masyarakat selalu hanya menuntut hak tanpa keharusan menunaikan kewajiban. Martabat akan hilang bila hanya memiliki kewajiban semata tetapi tidak mempunyai haknya sama sekali. Hak asasi manusia tidak akan pernah dapat ujud tanpa lebih dahulu terlaksana kewajiban asasi sesama manusia sekelilingnya. Mengedepankan kewajiban asasi sangat penting dikembalikan dalam upaya mambangkik batang tarandam.

Kandungan Kitabullah mewajibkan memelihara hubungan akrab dengan karib-baid (qarib ba’id) dan daerah tetangga, sebagai kewajiban taqwa kepada Allah Yang Maha Esa, sesuai Firman-Nya, “ Sembahlah Allah, dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu-bapak. Berhubungan baiklah kepada karib kerabat. Berbuat ihsan kepada anak-anak yatim, kepada orang-orang miskin, dan tetangga yang hampir, tetangga yang jauh, dan teman sejawat serta terhadap orang-orang yang keputusan belanja diperjalanan (yaitu orang-orang yang berjalan dijalan Allah) dan terhadap pembantu-pembantu di rumah tanggamu. Sesungguhnya Allah tidak suka terhadap orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS.4, An-Nisak ayat 36).

Menumbuhkan harga diri, dan memperbaiki nasib di berbagai bidang akan wujud melalui ikhtiar yang terus menerus, serta akhlak sabar tanpa keangkuhan, dan mampu melawan sikap malas, tidak mudah menyerah, dan tidak mudah berputus asa, dalam membangun Sumatera Barat di abad ini. ***

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s