Bimbingan Rasulullah untuk kehidupan

BIMBINGAN ALLAH DAN NASEHAT RASULULLAH UNTUK KEHIDUPAN

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;

“ Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya ember akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.”. (QS. An-Nahl (16) : 30)

“ …. (yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi Balasan kepada orang-orang yang bertakwa “. (QS. An-Nahl (16) : 31)

Orang yang bertaqwa adalah orang yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Menjalankan perintah Allah seperti kewajiban Sholat dan lainnya.

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;

 “Janganlah kamu menjadi orang plinplan, bila manusia baik, maka kamu ikut baik, dan bila mereka berbuat buruk, kamu pun ikut berbuat buruk. Akan tetapi, bentengilah dirimu, bila manusia baik, kamu harus berbuat baik, dan bila mereka jahat, janganlah ikuti perbuatan kejahatan mereka.’’

(HR at-Turmudzi).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah sekali-kali berduaan dengan wanita yang tidak disertai mahram, karena sesungguhnya yang ketiga adalah syaithan”. (HR. Ahmad)

 

Allah berfirman ;

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-Isra’ [17]: 32)

 

Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa Sallam bersabda ;

“Hendaklah kamu berkata jujur, karena sifat jujur akan membawa kepada kebaikan, sesungguhnya kebaikan itu akan membimbing masuk surga, seseorang yang selalu berkata benar, dan bersungguh-sungguh untuk selalu benar, sampai ia dituliskan di sisi Allah sebagai shiddiq (hamba yang sangat benar).” (HR. Muslim).

“Barangsiapa mempelajari ilmu untuk mendebat ulama, merendahkan orang-orang bodoh serta memalingkan perhatian manusia kepadanya (yaitu cari perhatian agar terkenal atau agar dikenal), maka Allah akan memasukkannya ke dalam jahannam.”
(HR. Ibnu majah : 256)

اَللَّهُمَّ لأَمَتِكَ الصَّالِحَةِ السَّيِّدَةِ رَحْمَةٍ وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا وَاجْعَلْ قَبْرَهَا رَوْضَةً مِنْ رِياَضِ الْجَنَّةِ وَلاَ تَجْعَلْ قَبْرَهَا حُفْرَةً مِنْ حُفَرِ النِّيرَانِ، وَاجْمَعْنَا وَإِيَّاهَا وَالْمُسْلِمِينَ تَحْتَ ظِلِّكَ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلِّكَ، وَأَدْخِلْنَا الْجَّنَّةَ مَعَ الأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُاغْفِرْ

 Ya Allah, ampuni dosa Ibu Rahmah, berilah beliau curahan ramat-Mu, berilah keafiatan dan kemaafan. Muliakan tempatnya, luaskan jalannya, jadikan kuburnya satu taman syurga. Jangan jadikan kuburnya jurang neraka. Himpunkan kami kelak bersama beliau dan bersama kaum Muslimin di bawah naungan-Mu, pada hari tiada tempat berteduh selain hanya naungan-Mu. Masukkan kami semua ke dalam syurga-Mu bersama golongan solihin, wahai Tuhan Maha Gagah lagi Maha Pengampun.

Cinta yang agung

Allah Azza wa Jalla berfirman ;
“ Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”. (QS. al-Hujurat (49) : 13)

Imam Hasan Basri berkata:

مَنْ عَرَفَ رَبَّهُ أَحَبَّهُ، وَمَنْ أَحَبَّ غَيْرَ اللهِ تَعَالَى، لاَ مِنْ حَيْثُ نِسْبَتُهُ إِلَى اللهِ ، فَذَلِكَ لِجَهْلِهِ وَقُصُورِهِ عَنْ مَعْرِفَتِهِ

‘Sesiapa mengenal Allah ia akan mencintai-Nya. Sesiapa yang mencintai selain Allah, bukan karena ada hubungkaitnya dengan cinta Ilahi hal ini adalah karena kejahilan dan kedangkalan makrifahnya terhadap Allah’. (Mukhtasar Minhajul Qasidin, ms 322). Orang Melayu mengatakan ‘Tak kenal maka tak sayang’.

Firman Allah SWT,

‘Hanya yang akan meimarahkan masjid-masjid (rumah Allah) adalah orang yang beriman kepada Allah, kepada hari kemudian, mereka menegakkan solat, menunaikan zakat, dan mereka hanya takut kepada Allah sahaja.’

Dengan kata lain, bahwa yang rajin dan tekun mendatangi rumah-rumah Allah bagi tujuan solat berjamaah, majlis ilmu, tilawah Quran, dan seumpanya adalah individu muslim yang beriman kepada Allah, kepada hari pembalasan dan seterusnya, si mukmin tidak akan merasakan keselesaan jika kehidupannya renggang dari rumah Allah. Inilah kurnia, hidayah, dan penghargaan yang mahal tersemat dalam hati si mukmin yang telah dinikmati oleh pencinta rumah Allah, mukmin dan mukminah.

Sabda Rasulullah SAW,

لاَ تَمْنَعُوا إِمَاءَ اللَّهِ مَسَاجِدَ اللَّهِ     

)رواه الشيخان(

Ertinya ; ‘Kamu jangan melarang wanita mukminah pergi ke masjid-masjid (rumah Allah).

Berikut ini bahagian Hadis berkenaan, yang terdiri dari dialog antara Allah yang pernah menanya Rasul-Nya:

يَا مُحَمَّدُ هَلْ تَدْرِي فِيمَ يَخْتَصِمُ الْمَلأُ الأَعْلَى؟ قَالَ: قُلْتُ: فِي الدَّرَجَاتِ وَالْكَفَّارَاتِ، أَمَّا الدَّرَجَاتُ: فَإِسْبَاغُ الْوُضُوءِ فِي الْمَكْرُوهَاتِ وَنَقْلُ الأَقْدَامِ إِلَى الْجماعَاتِ، وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ، وَأَمَّا الْكَفَّارَاتُ فَإِطْعَامُ الطَّعَامِ، وَإِفْشَاءُ السَّلاَمِ، وَالصَّلاَةُ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ عَاشَ بِخَيْرٍ، وَكَانَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّه

‘Wahai Muhammad, tahukah kamu perkara yang menggemparkan para malaikat di langit? Jawab Rasulullah, ‘Ya, mengenai kaffarat (beberapa amalan yang menghapuskan dosa dengan canggih dan effektif); dan darrojat (berapa amalan yang mengangkatkan darjat hamba mukmin). ‘Kaffarat’ ialah duduk (iktikaf) di masjid setelah solat (menunggu solat berikutnya), pergi (berjalan) menunaikan solat berjamaah, berwuduk dengan sempurna di saat terasa agak malas berwuduk’. Allah berfirman ‘Betul jawabanmu wahai Muhammad’. ‘Sesiapa melakukan perkara tersebut, ia hidup dalam kebaikan dan mati dalam kebaikan, dan ia bersih dari dosanya seperti ia baru dilahirkan ibunya.’ (HR Tizmizi).

Oleh yang demikian dalam lanjutan Hadis riwayat Imam Tirmizi di atas, baginda Rasulullah SAW mengajar umat berdoa dengan doa cinta,

أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ       وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّك

Aku memohon kepada-Mu agar daku mencintai-Mu, mencintai orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal ibadat dan perbuatan yang menghampirkanku kepada kecintaan terhadap-Mu”.(HR Imam Tirmizi).

وَالْمَلائِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مَجْلِسِهِ الَّذِي صَلَّى فِيهِ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ

)رواه مسلم والأئمة(

Artinya ; ‘Para malaikat mendoakan seseorang di kalangan kamu selagi ia masih berada di tempat solatnya (di masjid), mereka mendoakan ‘Ya Allah, ampunilah ia, berilah ia curahan rahmat, dan terimalah taubatnya. Yakni selagi ia tidak menyakiti seseorang, dan wuduknya belum batal’ (HR Muslim, dll).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s