Upaya menyiasati Kemaksiatan, dengan MengAPLIKASIkan SYRI’AT ISLAM (SYARA’) Dan Adat BUDAYA MINANGKABAU (ABSSBK)

Pranata sosial budaya (”social and cultural institution”) , adalah batasan-batasan perilaku manusia atas dasar kesepakatan bersama yang menjadi ”kesadaran kolektif” di dalam pergaulan masyarakat berupa seperangkat aturan main dalam menata kehidupan bersama (“humanly devised constraints on actions; rules of the game.”).

Pranata sosial Masyarakat Beragama yang Madani untuk Sumatera Barat, semestinya berpedoman (bersandikan) kepada Syarak dan Kitabullah.

Dalam keniscayaan ini, maka kekerabatan yang erat  menjadi benteng yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan. Kekerabatan tidak akan wujud dengan meniadakan hak-hak individu orang banyak.

Pembentukan karakter atau watak berawal dari penguatan unsur unsur perasaan (affective component), hati (qalbin Salim) yang menghiasi nurani manusia dengan nilai-nilai luhur tumbuh mekar dengan kesadaran kearifan (cognitive component) yang  tumbuh dengan kecerdasan budaya memperhalus kecerdasan emosional serta dipertajam oleh kemampuan periksa evaluasi positif dan negatif  atau kecerdasan rasional intelektual yang dilindungi oleh kesadaran yang melekat pada keyakinan (kecerdasan spiritual) yakni hidayah Islam.

Watak yang sempurna dengan nilai nilai luhur (akhlaqul karimah)  akan melahirkan tindakan terpuji, yang tumbuh dengan motivasi (nawaitu) yang bersih (ikhlas).

Nilai-nilai ajaran Islam mengajarkan agar setiap Muslim wajib mengagungkan Allah dan menghargai nikmatNya yang menjadi sumber dari rezeki, kekuatan, kedamaian dan membimbing manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya. Pengamalan syari’at agama Islam dengan keimanan (tauhid) yang benar akan mendorong setiap muslim memahami tentang arti kehidupan.

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ ءَامَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ  وَالَّذِينَ كَفَرُوا  أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ  يُخْرِجُونَهُمْ  مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ

Allah adalah pelindung bagi orang-orang yang beriman yang mengeluarkan mereka dari berbagai kegelapan kepada nur(hidayah-Nya). Dan orang-orang kafir itu pelindung-pelindung mereka ialah taghut ( sandaran kekuatan selain Allah) yang mengeluarkan mereka daripada nur (hidayah Allah) kepada berbagai kegelapan …. (Al-Baqarah, 257).

Muhasabah dapat dilaksanakan dengan cara meningkatkan ubudiyah serta mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya.Waktu adalah modal utama manusia. Apabila tidak dipergunakan dengan baik, waktu akan terus berlalu. Ketika waktu berlalu begitu saja, jangankan keuntungan yang akan diperoleh, modalpun hilang.  Hadits Nabi SAW yang memperingatkan ;

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا َكثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَ الفَرَاغُ

“Dua nikmat yang sering disia-siakan banyak orang: Kesehatan dan kesempatan (waktu luang).” (H.R. bukhari melalui Ibnu Abbas r.a)

Masyarakat  Sumatera Barat dengan Penduduk terbesar memiliki ciri khas adat Minangkabau berfilososi ABSSBK) adalah Masyarakat Beradat Dan Beradab. Kegiatan hidup bermasyarakat dalam kawasan ini selalu dipengaruhi oleh berbagai lingkungan tatanan (”system”) pada berbagai tataran (”structural levels”).

Yang paling mendasar tatanan nilai dan norma dasar sosial budaya yang akan membentuk Pandangan  Hidup dan Panduan  Dunia (perspektif), yang akan ;

  1. Memengaruhi seluruh aspek kehidupan masyarakat kota Padang  berupa sikap umum dan perilaku serta tata-cara pergaulan dari masyarakat itu.
  2. Menjadi landasan pembentukan pranata sosial keorganisasian dan pendidikan yang melahirkan berbagai gerakan dakwah dan bentuk kegiatan yang akan dikembangkan secara formal ataupun informal.
  3. Menjadi pedoman petunjuk perilaku bagi setiap dan masing-masing anggota masyarakat di dalam kehidupan sendiri-sendiri, maupun bersama-sama.
  4. Memberikan ruang dan batasan-batasan bagi pengembangan kreatif potensi pelajar (remaja) Sumatera Barat dalam menghasilkan buah karya sosial, budaya dan berdampak ekonomi, serta karya-karya pemikiran intelektual, yang akan menjadi mesin perkembangan dan pertumbuhan kota  dan kabupaten di Sumatera Barat ini.

Agama Islam yang dianut masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat diyakini dapat menjadi penggerak pembangunan dan telah terbukti dalam sejarah yang panjang menjadi kekuatan mendinamisir masyarakat adat Minangkabau menampilkan jati diri  dalam adat mereka.

Namun ada fenomena menyedihkan, diantaranya,

  1. Minat penduduk kepada pengamalan agama Islam di kampung-kampung mulai melemah,
  2. Dayatarik dakwah agama mulai kurang,
  3. Banyak bangunan agama yang kurang terawat,
  4. Alim ulama suluah bendang dan guru-guru agama Islam yang ada mulai tidak diminati (karena kurang konsisten, ekonomi, pengetahuan, penguasaan teknologi, interaksi) masyarakat lingkungan.
  5. Banyak kalangan (pemuda, penganggur) tak mengindahkan pesan-pesan agama (indikasinya  domino di lapau, acara TV di rumah lebih digandrungi dari pada pesan-pesan agama di surau).

Fenomena negatif ini berakibat langsung kepada angka kemiskinan makin meningkat (karena kemalasan, hilangnya motivasi, hapusnya kejujuran, musibah sosial mulai mengancam).

Pergeseran budaya yang terjadi adalah ketika mengabaikan nilai-nilai agama.

Pengabaian nilai-nilai agama, menumbuhkan penyakit social yang kronis, seperti menjauh dari aqidah tauhid , perilaku tidak mencerminkan akhlak Islami, suka melalaikan ibadah. Kondisi ini memudahkan berjangkitnya penyakit masyarakat, yakni mudah melakukan maksiat.

Maka pendidikan yang diawali dengan pengenalan Ajaran agama dan adat istiadat akan membawa anak didik meyakini kekuasaan  Tuhan YME serta mampu mengamalkan dalam akhlak mulia ..

Disinilah kita merasakan perlunya sentuhan langsung berupa aplikasi dari Syari’at Islam kedalam Adat Minangkbau lebih intensif.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s