“PENDIDIKAN dan KEJUJURAN”

Hikmah Jum’at ;
PENDIDIKAN DAN KEJUJURAN

 

OLEH : H. MAS’OED ABIDIN

وَ نَعُوْذُ بِاللهِ تَعَالىَ مِنْ سُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مَنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ
وَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ، أَدَّى الأَمَانَةَ
وَ بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَ نَصَحَ لِلأُمَّةِ، وَ جَاهَدَ فيِ اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ
أَمَّا بَعْدُ

Martabat manusia ditentukan oleh akhlaknya.
Pematangan sikap pribadi berawal dari rumah tangga.
Menanamkan perangai yang jujur.

Membentuk perangai umat harus dimulai dengan menanam sahsiah pada keluarga.
Pembinaan rohani anggota keluarga dilaksanakan dengan agama.

Syahshiah (شخصية) bermakna pribadi, sifat individu, gaya hidup, kepercayaan,
harapan, nilai, motif, pemikiran, perasaan,
budi pekerti, persepsi, tabiat, sikap dan watak seseorang.

Watak kepribadian semestinya dilatih sedari kecil.
Peribadi yang baik dan penampilan menarik,
mesti dipertahankan oleh seorang sejak masa kanak-kanak.
Sifat-sifat baik akan memberikan hasil dan kesan mendalam di tengah kehidupan.
Kejujuran adalah akhlak utama para Nabi dan Rasul.

Rasulullah SAW mengajarkan
untuk mendidik diri dengan menanamkan sifat jujur dengan dasar Iman.

(رواه مسلم و أحمد)

“ Iman itu adalah,
engkau beriman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya,
kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat dan qadar “.
(HR.Muslim dan Ahmad).

Agama Islam memperhatikan serius moral terpuji, benar, damai, jujur dan adil.

« Wahai orang-orang yang beriman,
jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan,
menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri,
atau ibu bapa dan kaum kerabatmu.
jika ia — orang yang tergugat atau yang terdakwa — kaya ataupun miskin,
maka Allah lebih tahu kemaslahatannya.
Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran.
Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi,
Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. »
(Q.S.An Nisaa’: 135)

Kejujuran menghidangkan pesona kehidupan dan ketenangan bagi pelakunya.
Kebohongan membuat jiwa bimbang dan goncang.

Hidup tidak berarti jika tidak dihiasi kejujuran.
Limpahan harta yang banyak akan menjadi siksa, bila tidak ada kejujuran.
Kejujuran adalah pondasi utama membangun bangsa.
Betapapun besarnya sebuah bangsa,
ketika kejujuran telah sirna, maka hancurlah bangsa itu.

Agama Islam memerintahkan agar menjauhi dusta dan ketidakjujuran.
Bohong menjadikan hukum rusak.
Bohong menjadikan kehormatan terinjak-injak dan berbagai kejahatan merajalela.
Bohong menjadikan putus hubungan persaudaraan dan timbul konflik hubungan manusia.

SIKAP LALAI AKAN MENGHAPUS KEJUJURAN

Penyakit hati yang berbahaya ialah futuur atau lalai,
yang melahirkan malas dan lamban berkarya dan beramal.

Allah SWT membagi waktu dengan teratur,
« dan Kami jadikan malam sebagai pakaian
— Malam itu disebut sebagai pakaian karena malam itu gelap
menutupi jagat sebagai pakaian menutupi tubuh manusia. –,
dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, »
(QS.78,An-Naba’ :10-11).

Rasul SAW pesankan berbuat tanpa kebosanan.

“Lakukanlah amal itu sebatas kesanggupanmu.
Sesungguhnya Allah tidak akan bosan sehingga kalian merasa bosan,
dan sesungguhnya amal yang paling disukai Allah ialah
amal yang di kerjakan terus menerus sekalipun sedikit.”
(HR.Muttafaqun ‘Alaih)

FAKTOR PENYEBAB HILANG KEJUJURAN ;

1. MELAMPAUI BATAS (ekstrim, ghuluw),
berlebihan dan melampaui batas dalam aturan agama.
Sabda Rasul SAW :
“Jauhilah sikap ghuluw (belebih-lebihan) dalam beragama,
karena sesungguhnya orang sebelum kamu
telah binasa akibat sikap itu.”
(HR. Ahmad).

2. MENGANGGAP ENTENG YANG MUBAH (boleh),
seperti makan minum,
“Barangsiapa yang (terlalu) kenyang,
maka ia akan mudah ditimpa enam penyakit, yakni :
(1). hilangnya rasa nikmat,
(2). tidak mampu memetik hikmah,
(3). lenyap rasa kasih sayang,
(4). kikir, – karena mengira bahwa semua makhluk kenyang seperti dirinya,
(5). malas dalam beribadah, dan
(6). menguat dorongan nafsu syahwat.”
(lihat Ihyaa’ ‘Ulumuddin Abu Sulaiman).

3. SUKA MELAKUKAN YANG HARAM DAN SYUBHAT.
Sabda Rasulullah :
“ Tubuh yang tumbuh dari sesuatu yang haram,
maka ia lebih banyak tempatnya di neraka. ”
(H.R At Tirmidzi).

4. TIDAK INGAT KEMATIAN DAN KEHIDUPAN AKHIRAT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Dulu aku melarang kalian berziarah kubur,
namun sekarang berziarahlah,
karena hal itu akan menjadikan sikap zuhud di dunia
dan akan mengingatkan pada akhirat. ”
(H.R. Ahmad).

5. SUKA BERMAKSIAT DAN REMEHKAN DOSA KECIL.
Rasulullah SAW bersabda:
“Jika seorang mukmin melakukan dosa,
berarti ia telah memberi setitik noda hitam pada hatinya.
Jika ia bertaubat, tidak meneruskan dosanya,
dan memohon ampunan, maka hatinya kembali berkilau.
Akan tetapi jika ia berulang-ulang melakukan hal itu,
maka akan bertambah pula noda hitam yang menutupi hatinya,
dan itulah ‘Ar Raan’ sebagaimana yang difirmankan ‘Azza wa Jalla,
‘Sekali-kali tidak (demikian),
sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu
menutupi hati mereka.”
(H.R. Ahmad dan Ashhaabus Sunan)

6. MEMISAHKAN DIRI DARI JAMAAH DAN ’UZLAH
« dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah,
dan janganlah kamu bercerai berai,
dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu
ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan,
Maka Allah mempersatukan hatimu,
lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara;… »
(QS.3,Ali Imran : 103)

Rasulullah SAW bersabda:
“Berjamaah (bersama-samalah) kalian,
karena sesungguhnya syetan menyertai orang yang sendiri,
dan dia akan menjauhi orang yang berdua.
Barangsiapa yang ingin masuk ke taman surga,
hendaklah ia komitmen dengan jamaah.”
(H.R. Tirmidzi).

MENGATASI PENYAKIT HATI ;
a). Jauhi berbuat dosa dan maksiat kecil dan besar.
b). Teguh (istiqamah) lakukan ‘amal-yaumiyah (harian), perbanyak zikir, dirikan shalat nawafil, dan membaca Al Qur’an.
c). Menghadiri majelis ilmu, pengajian.
d). Suka bergaul dengan orang-orang shaleh, ahli ibadah.
e). Pelajari sejarah (sirah nabawi) dan para shahabat atau orang-orang shaleh lainnya.
f). Ingati kematian, kejar surga dan menghindar dari azab neraka.
g). Jalankan ajaran agama dengan ketaatan sepenuh hati.
« dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. » (QS.8, Al Anfal : 46)
h). Koreksi diri dan hitung betapa amal dilakukan.
i). Atur waktu dengan cermat.
j). Hindarkan diri dari sikap berlebihan.
k). Jauhi perbuatan bid’ah
l). Terapkan sunnah Rasulullah dalam kehidupan.

Allahumma shalli ‘alaa Muhammad,
wa ‘alaa alihii wa ash-habihii ajma’in.

رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَِلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيـْـمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فيِ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا
رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَحِيْمٌ.
وَ أَقِمِ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ اْلمُنْكَرِ وَ لَذِكْرُ اللهِ أَ ْكـبَرُ الحَمْدُ ِللهِ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَسْتَهْدِيْهِ عَلَيْكُمْ بمَِا تَطِيْقُوْنَ فَوَاللهِ لاَ يَمَلُّ اللهُ حتىَّ تَمَلُّوا وَ كَانَ أَحَبُ الدِّينَ مَا دَامَ صَاحِبُهُ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ المُؤْمِنَاتِ وَ المُسْلِمِيْنَ وَ اْلمُسْلِمَاتِ، اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَاتِ الإِيْــماَنُ أَنْ تُؤمِنَ بِاللهِ و مَلاَئِكَتِهِ و كُتُبِهِ و رُسُلِهِ و بِالْيَوْمِ الآخِر و الْقَدرِ .

Masjid Kotogadang yang sed(JPEG Image, 236×290 pixels)Tangga al Haramang dibangun kembali, setelah runtuh disebabkan gempa tahun 2007. Sekarang dalam penyelesaiannya…
Zulfendra Tasar
dulu ktika mhs swaktu tinggal di YAS sering dengar ceramah2 buya…
terkenang kembali kepada buya…
Masoed Abidin ZAbidin Jabbar
Alhamdulillah,
Moga ananda sehat selalu dalam lindungan inayah dan redha Allah SWT.
Amin.
Salam buat semua.
Wassalam BuyaHMA
Irmayani Suherman
Betul buya…
tetapi mengapa kalau saya perhatikan semakin orang dewasa
maka semakin senang untuk berlaku, berbicara tidak jujur?
Masoed Abidin ZAbidin Jabbar
Iblis Syaithan telah bersumpah di hadapan Allah SWT,
ketika dia diusir Allah lantaran tidak mau mematuhi perintah Allah
“usjuduu li Adama”..
“menghormat ke Adam” ..
di mana semua malaikat bersujud kecuali Iblis laknatullah …

Ketika itu mereka bersumpah akan mengganggu anak cucu Adam ini dengan mencampakkan kejujuran di hati manusia

Sebab itulah,
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa
“bohong atau dusta” adalah induk dari dosa,
karena sesuadah bohong atau ketidak jkujuran hilang,
maka kemudian akan di ikuti oleh dosa-dosa yang lainnya berturut-turut,

hingga manusia terperangkap dalam gelimangan dosa,
hingga mereka bertaubat kembali …

Moga kita semua terhindar dari punca segala dosa ini
yakni hilangnya jujur dan berubah menjadi bohong…
Wassalam
BuyaHMA

 

Dewi Mutiara
Dewi Mutiara
Jangan engkau jauhkan kami darimu ya ALLAH ,
Semoga ALLAH selalu mau mengampuni umatnya,Amin.
terima kasih Buya utk selalu mengingatkan kami,
kepada hal2 yg benar.
Irmayani Suherman
Irmayani Suherman
Amin, semoga kita semua dirahmati dan selalu diingatkan oleh Allah. Buya, bagaimana caranya saya ingin mengingatkan lingkungan teman2 yang ingin menjaga silaturahmi dengan pura2, dusta dan munafik ? Padahal yang didustai terkadang tahu mereka didustai..tapi bagi mereka itu lebih baik daripada diberitahu tentang yg benar?
Masoed Abidin Za Jabbar
Masoed Abidin Za Jabbar
Rangkayo Irmayani Suherman …
Pesan Islam di dalam wahyu Allah
(QS.Fush-shilat ayat 30 dan seterusnya),
ada kiat yang diajarkan Allah SWT,
yaitu “IDFA’ BILLATIY HIYA AHSAN …” dst-nya …
Baca Selengkapnya
artinya,
“TOLAKLAH DENGAN CARA BAIK ….”
Moga kita sabar untuk itu…

@ Rangkayo Dewi,
Amin ya Allah,
kita berharap semoga Allah
selalu membimbing kita dengan hidayah NYA
Wassalam
Buya HMA

 

Irmayani Suherman
Irmayani Suherman
Amin, terimakasih banyak Buya..semoga kita semua selalu berada di jalanMu ya Allah!!
Masoed Abidin Za Jabbar
Masoed Abidin Za Jabbar
Dewi,
Jujur itu nilai martabat kemanusiaan paling tinggi,
memeliharanya tentu saja dengan kenal kepada Allah,
atau Iman dan taqwa,
ibadah adalah salah satu implementasi iman itu,
Baca Selengkapnya
namun iman yang benar sesungguhnya
tampak dalam perilaku yang benar,
selamat dan sukses selalu Dewi,
Salam buat semua,
Wassalam,
BuyaHMA
Dewi Mutiara
Dewi Mutiara
Alhamdulillah, benar sekali Buya,
semoga nilai2 kejujuran ini dpt terus saya terapkan kepada anak2 saya
dan tentunya terhadap diri saya sendiri .
Amin
Wassalam

3 pemikiran pada ““PENDIDIKAN dan KEJUJURAN”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s