IZZAH = Kemuliaan

    IZZAH = KEMULIAAN

    oleh: H. Mas’oed Abidin

    DALAM pergaulan hidup Muslim sehari-hari didapati kewajiban melaksanakan tugas kemasyarakatan yang paling asasi yaitu “memberikan nasehat kepada sesama saudaranya”, yang merupakan pengamalan “amar ma’ruf nahi munkar”.

    Tugas ini wajib ditunaikan agar masyarakat berkehidupan dalam suasana yang baik dan tidak terperosok kedalam jurang kehinaan, sehingga tercipta tatanan masyarakat utama (khaira ummah).

    Amar ma’ruf nahi munkar” adalah kewajiban kembar yang mesti berjalan seiring dan ditunaikan secara tulus dan ikhlas dalam kerangka mardhatillah.

    Esensinya dalam rumusan “tawashii bil haqqi dan tawashii bis-shabri”, yaitu berwasiat dengan kebenaran (al-haq min rabbika) dan ketabahan (shabar), yang di alaskan kepada sabda Rasulullah SAW; “agama itu adalah nasehat” (ad-diin an-nashihah) yang datang dari Allah SWT menjadi sangat menentukan dalam penciptaan kemashlahatan umat banyak.

    Bila tugas kembar ini dilalaikan, maka yang akan tampil kepermukaan adalah segala bentuk kekacauan dan kebringasan dengan kemasan fitnah serta berbagai isu yang sulit dibendung. Sebab itu, “amar ma’ruf nahi munkar” di ketengahkan tanpa kebencian dan dendam, jauh dari perasaan iri dan hasad dengki.

    Tugas amar makruf nahi munkar ini tidak mengenal sakit hati, tetapi harus berbingkai asih-asuh berisi cinta sejati sesama hidup, karena “sama sama ingin masuk surga, sama-sama ingin terhindar dari neraka, dan terbebas dari godaan iblis syaitan”.

    Tujuan yang ingin dicapai adalah kehidupan bermartabat kemanusiaan dengan beralaskan mahabbah dan kasih sayang.

    Seperti sabda Baginda Rasulullah SAW dalam meningkatkan ibadah, umpamanya di bulan Ramadhan, “di bukakan pintu syurga, di tutup pintu neraka, dan dirantai syaithan”.

    Hakikinya mengandung makna mendalam dengan pembuktian pada amalan amalan yang mendekatkan kepada pintu sorga, yakni segala “kebaikan” sesuai ajaran Allah dan Rasulullah.

    Kebaikan yang menjadi warna “fitrah” kemanusiaan.
    Hari-hari dalam kehidupan di dunia adalah tempat kita berpacu dan berlomba melakukan kebajikan, sebagai penggambaran-kebaikan.
    Itulah keyakinan mukmin yang utama.
    Dan yang sudah terbiasa melakukan kejahatan, bertaubat adalah tindakan yang paling tepat.

    Karena shaum atayu puasa sesungguhnya kemampuan mengendalikan diri, bukan hanya sekedar tidak makan dengan hanya menahan haus dan lapar, tetapi adalah kemampuan menahan diri untuk tidak berbuat kejahatan.

    Akan halnya “di tutup pintu neraka” di bulan Ramadhan itu, sebenarnya adalah sebuah peringatan sangat keras untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang bisa berakibat terbawanya badan kedalam neraka.
    Selanjutnya supaya tidak berteman dengan syaitan. Jangan di tiru lagak lagu syaithan, seperti melakukan segala tipu daya yang tidak senonoh.

    Dakwah ilaa-Allah menjadi kewajiban pribadi (fardhu-‘ain) setiap muslim yang beriman.

    Dakwah adalah gerakan masal “mempuasakan masyarakat dari segala perangai tidak terpuji”, seperti perangai konsumeris, indiviualis, materialis, spekulatip yang berdampak sangat dalam terhadap kemelut moneter yang tengah melanda bangsa, bila kita jujur mengkajinya lebih disebabkan oleh hilangnya kepercayaan diri (baca: rupiah) dan terlampau besarnya kepercayaan kepada milik orang lain (baca: dollar).

    Ibadah yang teratur menumbuhkan “izzatun-nafsi”, yakni taqwa yang terlihat dalam percaya diri, hemat, mawas diri, istiqamah (teguh-prinsip) dalam menanam nilai kebersamaan (ukhuwwah) ditengah hidup bermasyarakat, dan terjauh dari hanya mementingkan diri sendiri.
    Sudahkah kini tercipta??
    Jawabnya tersimpan dalam “Gerakan Fastabiqul Khairat”.***

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s