Generasi Pahlawan

GENERASI PAHLAWAN

OLEH : H. MAS’OED ABIDIN

Pembangunan masyarakat senyatanya memerlukan unsur kepahlawanan.
Pahlawan ialah manusia anggota masyarakat yang dapat menjangkau apa yang tidak dapat di jangkau manusia biasa.
Pahlawan adalah yang bisa berbuat apa yang tidak bisa dibuat orang biasa.

Pahlawan adalah yang lebih mengutamakan kepentingan orang banyak ketimbang mengurus pribadi.
Unsur kepahlawanan seperti ini, seharusnya lebih banyak tampil dari kalangan angkatan muda.
Dan telah banyak dibuktikan oleh sejarah.
Termasuk sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW sedari awal Beliau menyampaikan risalahnya.

Sangat gamblang sekali Rasulullah Saw.memperingatkan kita umatnya kepada soal pemuda angkatan datang.
“Saya wasiatkan kepada kamu akan angkatan muda supaya dipelihara sebaik-baiknya.
Pemuda-pemuda itu jiwanya sangat peka sekali, mudah digetarkan oleh situasi sekelilingnya.
Dahulu waktu saya sendirian mula dibangkitkan sebagai Rasul berbondong pemuda mengelilingiku, bersumpah setia mendukung jihad fi sabilillah, dan dalam waktu yang sama, waktu itu golongan-golongan tua malah jadi penantangku.”
(al Hadist Shahih)

Sukses yang dicapai Rasulullah Saw. belum ada tandingannya dalam sejarah pembangunan satu Umat.
Kesuksesannya tampak jelas dengan terjelmanya satu negara yang komplit dengan undang-undang dan peraturannya.
Hanya dalam masa bakti selama 23 tahun.
Bukan 32 tahun.

Hal itu lebih banyak disebabkan dukungan dan saham jihad angkatan muda. Sederetan nama-nama sahabat penting Rasulullah yang terkemuka, umurnya rata-rata di bawah umur Beliau.
Berusia di antara umur belasan tahun dan tiga puluhan.
Sebagai contoh, Abu Bakar as Shiddiq berusia 37 tahun tatkala menjadi tiang penyangga dakwah Islamiyah.
Usman bin Affan, berumur sekitar 20 tahun, tatkala memberikan pernyataan menerima Islam di hadapan Rasulullah.
Umar bin Khattab yang menjadi pagar dakwah berusia 26 tahun, ketika tampil membela Islam.
Ali bin Abi Thalib, berusia 8 ½ tahun.
Abd. Rahman bin ‘Auf baru berumur sekitar 30 tahun.
Dan begitu juga yang lain-lainnya.
Mereka semua adalah fityatun amanuu birabbihim. Wa zidnaahum hudaan.
“Pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan dan Kami telah tambahkan hidayah kami untuk mereka.”

Begitu juga dari kalangan kaum perempuan, seperti Asma binti Abubakar dan Ummil Mukminin ‘Aisyah dan Ummahatul Mukminin Radhiallahu ‘Anhum.

Dan Kitab suci Al Qur’an banyak sekali menampilkan tokoh-tokoh angkatan muda. Umpamanya Nabi Yusuf, Nabi Ibrahim, Pemuda Ashabul Kahfi dan yang paling menyentuh adalah Ismail AS, yang sangat menyangi Allah melebihi kecintaannya kepada nyawa dan kehidupannya.
Demikianlah kisah pahlawan Generasi Muda dalam membela kebenaran dan menegakkan prinsip keikhlasan serta keadilan.

Umat Islam Indonesia tidak terkecuali, apabila ingin meneruskan pembangunan bernafaskan Islam, maka persoalan angkatan muda, semestinya dijadikan sasaran kegiatan yang sungguh-sungguh.

Generasi muda harus dilatih dan melatih diri menjadi pahlawan di masa datang.
Umat Islam Indonesia dewasa ini sangat prihatin terhadap sebagian besar generasi mudanya yang tidak disentuh oleh ajaran agama.
Bertumbuhnya generasi muda yang lepas kontrol karena derasnya pengaruh luar. Mereka, generasi muda tersebut, kesudahannya akan menjadikan ibu bapaknya sebagai ayam beranak itik.
Setelah mereka memiliki tenaga akan terbang ke dunia lain, tanpa hirau dengan budaya dan tamaddun dari bangsa sendiri.
Gejala seperti itu mulai kelihatan di akhir-akhir ini.

Kelalaian dalam pembinaan akan melahirkan generasi lemah, seperti diperingatkan oleh Allah SWT :
“Maka kemudian mereka digantikan oleh suatu angkatan generasi (yakni, keturunan pengganti yang jelek), yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan keinginan hawa nafsunya. Sebab itu, mereka akan menemui kebinasaan. Kecuali orang-orang yang kembali kepada Tuhan (bertaubat), beriman dan mengerjakan pekerjaan baik; orang-orang itulah yang akan masuk kedalam jannah. Mereka itu tiodak akan ditugikan barang sedikitpun”. (QS.19, Maryam : 59-60)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s