Rumah Tangga Sorga – Nasehat Perkawinan

MENATA
RUMAH TANGGA SORGA
Di Dalam
Adat Basandi Syarak,
Syarak Basandi Kitabullah

H. MAS’OED ABIDIN

MENATA RUMAH TANGGA SORGA
DI DALAM ADAT BASANDI SYARAK,
SYARAK BASANDI KITABULLAH

الحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العَالَمِيْن
وَ الصَّلاَةُ وَ السَّلاَمُ عَلَى خَاتِمِ اْلأَنْبِيَاء وَ المُرْسَلِيْن
Kedua orang tua ayah jo bundo nan berbahagia, Engku-engku, ninik mamak pangulu andiko nan gadang basa batuah, alim ulama cadiak pandai suluah bendang di nagari, bundo kanduang limpapeh rumah nan gadang, rang mudo parik paga di nagari.
Alhamdulillah, baru saja kita saksikan pelaksanaan satu acara ibadah, yang disunnahkan Rasulullah SAW, “an- nikahu sunnati, man raghiba ‘an sunnati falaisa minni”, artinya, nikah itu sunnahku, dan yang tidak mau mengikuti sunnahku, maka tidaklah termasuk umatku”, dan kita bersama telah menjadi saksi atas aqad nikah dari pasangan anak kemenakan dan menantu kita yang dicintai ;
Kita simak lafaz Ijab Kabul ananda sepatah demi sepatah dengan khidmat, kiranya mendapatkan berkah dari Allah, serta kiranya rumah tanggamu menjadi penghimpun yang terserak di antara keduanya, pembuka pintu hikmah dan ilmu, menjadi jembatan rasa mawaddah wa rahmah, yang memberikan rasa aman bagi umat serta kesejahteraan di tengah kampung halaman. Amin Ya Mujibas Sailina.
Sasaran pernikahan adalah mendapatkan kedamaian, kenyamanan dan ketenangan. Rasa damai hanya dicapai dengan saling mencintai, dan menguatkan rasa saling menghargai, dan pengertian antara kedua keluarga guna meraih tujuan pernikahan.
”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan di- jadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS.ar-Rum : 21).
Ayat ini memakai dua kosa kata secara berurutan, yakni mawaddah, dan rahmah. Kedua-duanya berarti cinta, kasih dan sayang. Mawaddah artinya cinta dan ghairah ketika masih usia awal dan saling ketertarikan antara keduanya. Rahmah adalah cinta, kasih saying, kepedulian karena pengalaman dalam perjalanan waktu dalam wadah ketenteraman (sakinah). Ketika Nabi Muhammad SAW memberikan khutbah, di awali dengan kata singkat اتَّقُوا اللَّهَ artinya bertaqwalah kepada Allah. Tidak ada satu sistim peradilan di dunia ini yang bisa secara adil menetapkan seberapa besar rasa cinta seseorang. Kecuali dengan bertakwa dan ingat kepada Allah SWT pada tiap langkah kehidupan.
Ayat pertama Surat an-Nisa’, cukup sebagai peringatan pada pernikahan yang suci ini.
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”
Allah SWT telah mencipta semua keperluan kita dan telah memberi pula alat dan daya untuk mendukung hidup dengan hak dan kewajiban.

TUGAS SUAMI MELINDUNGI
Tadi ananda putra mengucapkan Ijab Kabul, artinya ikrar timbang terima tanggung jawab antara ayah bunda dari istri dengan diri ananda (suami). Mulai detik ini, ananda telah menjadi suami putri dan keluarga di rumah ini.
Patut ananda ketahui, bahwa si Putri adalah, urang gadih nan jolong gadang, umua nan balun sa tahun jaguang, darah nan balun sa tampuak pinang, pangatahuan nan balun sa cabiak daun.
Sudah menjadi Hukum Allah bahwa perempuan di ciptakan sebagai makhluk lemah fisik dan sifatnya. Bila terbentur masalah sulit, pertahanan terakhirnya mudah runtuh. Air mata penyudahi.
Karena itu Allah perintahkan kepada setiap suami, wa ‘a-syiruu-hunna bil ma’ruf, artinya pergaulilah istrimu dengan dengan ma’ruf, lemah lembut. Itulah yang ananda baca dalam sighat talak ta’lik tadi.
Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda, “khaiyru-kum bi-ahlihi” artinya sebaik-baik kamu adalah yang paling baik dengan keluarganya.
الرَّاِحمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ، ارْحَمُوْا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمُ اللهُ مَنْ فِي السَّمَاءِ رواه أبو داود
“Orang-orang penyayang akan disayangi oleh Yang Maha Penyayang, maka sayangilah penduduk bumi agar yang di langit ikut pula menyayangimu.”
Suami mesti memperlakukan perempuan dengan lembut. Hak-hak lelaki dan perempuan tidak ada perbedaan,
… dan Para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. akan tetapi Para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS.2 Al Baqarah : 228).
وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma`ruf.”
Lelaki berkewajiban melindungi perempuan. Di sini tugas dan kehormatan laki-laki yang diberikan Allah SWT.
وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS.al-Baqarah:228).
Betapa bijaksana Allah, memberikan tanggung jawab kepada lelaki memikul tugas menyeluruh membina rumah tangga. Ketahuilah bahwa suami adalah pemimpin di tengah rumah tangganya. Rumah tangga wajib di bina. Masyarakat keliling mesti di tenggang. Keduanya wajib di jaga.
Mancari kato mufakaik, ma-nukuak mano nan kurang,
Mam-bilai mano nan senteng, ma-uleh sado nan singkek,
Man-jinaki mano nan lia, ma-rapekkan mano nan ranggang, Ma-nyalasai mano nan kusuik, Ma-nyisik mano nan kurang, Ma-lantai mano nan lapuak, mam-baharui mano nan usang.
Inilah, keseimbangan berumah tangga masyarakat adat kita.
Alah bakarih samporono, Bingkisan rajo Majopahik,
Tuah basabab bakarano, Pandai batenggang di nan rumik.
Betapa agung Allah, yang mewajibkan suami musyawarah dengan istri, serta menggauli istri dengan lemah lembut setiap waktu.
مَا كَانَ الرِّفْقُ فيِ شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ نُزِعَ مِنْ شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ رواه الضياء عن أنس
Lemah lembut dalam sesuatu (urusan) menyebabkan indahnya sesuatu dan jika lemah lembut itu telah dicabut dari sesuatu, niscaya yang akan tersisa adalah keburukan. (Diriwayatkan oleh Dhia dari Anas).
Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda, “sebaik-baik kamu adalah yang paling baik dengan keluarganya.”
Nilai martabat seseorang terletak pada akhlaknya.
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنِ إِيْمَانا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًاَ رواه الطبراني و أبو نعيم
“Sebaik-baik mukmin seseorang adalah yang paling sempurna akhlaknya”. (HR. Thabarany dan Abu Nu’aim).
Kewajiban suami, menjadi pelindung terhadap perempuan, karena Allah telah memberikan kelebihan kepada suami membelanjakan harta untuk membahagiakan istrinya.
Ketahuilah, bahwa perempuan itu lebih banyak berbicara dengan perasaannya ketimbang fikirannya. Umar bin Khattab RA, pernah menceritakan tentang bakti istri beliau itu,
1. Sebagai Pendamping, maka istriku adalah benteng bagiku dari api neraka, yang setia mendampingi di saat senang dan susah.
2. Sebagai penjaga rumah dan harta, istriku yang membantu, menjaga, memelihara rumah dan hartaku.
3. Sebagai ibu dari anak-anak ku, saya tahu betul betapa beratnya tugas ibu, mengandung, melahirkan menyusukan dan men-jaga anak.
4. Sebagai tukang cuci dan masak, tanpa mengenal lelah setiap hari mencuci, memasakkan makanan untuk ku dan anak-anak ku.
Karena itu, aku selalu memaafkan kata-katanya, karena mungkin ada hak-haknya yang belum aku penuhi. Begitu sahabat Nabi SAW mempergauli istri dan membina rumah tangga berkualitas “baiti jannati”, rumahku adalah sorgaku. Kiat Umar bin Khattab ini mesti ananda tiru.

KEBAHAGIAAN DATANG DARI ALLAH.
Allah memberikan kebahagiaan kepada yang dikehendaki-Nya, dan kebahagiaan rumah tangga diperdapat dengan saling pengertian dan musyawarah, maka hindarilah sifat mau menang sendiri dan memaksakan kehendak. Maka, bina rumah tangga dengan penuh kasih sayang. Hindari sifat tertutup dan saling curiga. Hadapi masalah dengan bersama. Caranya, Anggang jo kekek cari makan, Tabang ka pantai kaduo nyo, Panjang jo singkek pa uleh kan, mako nyo sampai nan di cito.
Ketahuilah bahwa suami adalah pemimpin di tengah rumah tangganya,
كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَ كُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Setiap diri kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungan jawab atas pimpinannya.
Hukum Syarak menghendaki keseimbangan antara perkembangan hidup rohani dan perkembangan jasmani. Sesungguhnya rohani-mu berhak atasmu. Jasmanimu pun berhak atasmu. Rumah tangga wajib di bina. Masyarakat keliling mesti ditenggang. Keduanya wajib di jaga.
Mancari kato mufakaik, ma-nukuak mano nan kurang, mam-bilai mano nan senteng, ma-uleh sado nan singkek,
Man-jinaki mano nan lia, ma-rapekkan mano nan ranggang, ma-nyalasai mano nan kusuik,
Ma-nyisik mano nan kurang, ma-lantai mano nan lapuak, mam-baharui mano nan usang.
Inilah keseimbangan hidup berumah tangga dalam masyarakat adat kita, dan inilah tanggung jawab urang sumando mamak rumah. Alah bakarih samporono, Bingkisan rajo Majopahik, Tuah basabab bakarano, Pandai batenggang di nan rumik.

PETUAH HIDUP PERLU DIPERPEGANGI,
“Berbuatlah untuk hidup akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok dan berbuatlah untuk hidup duniamu, seolah-olah akan hidup selama-lamanya”. (Hadist).
وَابْتَغِ فِيمَا ءَاتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ ولا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ولا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي االأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Kaedah hidup di Ranah Minang mengadatkan,
”Handak kayo badikik-dikik, Handak tuah batabua urai,
Handak mulia tapek-i janji, Handak luruih rantangkan tali,
Handak buliah kuat mancari, Handak namo tinggakan jaso,
Handak pandai rajin balaja.”
Untuk mencapai semuanya itu diperlukan kematangan serta kecermatan diri dan keteguhan hati dalam melaksanakan setiap langkah perbuatan, di hawai sa habih raso, di karuak sa habih gauang. Yakni berpikir sebelum bertindak, karena menurut kata bijak berpikir itu pelita hati.
Di sinilah terletak kedewasaan memimpin satu keluarga, negeri bahkan negara. Mancancang ba – landasan, Ma lompek ba – situmpu. Artinya, setiap langkah mesti mempunyai alasan yang tepat, program yang jelas dan dapat di pertanggung jawabkan.
Seorang kepala rumah tangga tidak boleh bertindak semena-mena, apalagi melangkah tanpa berpikir lebih dahulu baik dan buruknya. Setiap kebijakan yang diambil adalah untuk kepentingan seluruh anggota keluarga, dalam arti lebih luas, berkorong berkampung dan bertaratak bernagari. Kerukunan adalah modal yang sangat besar, di samping materi yang harus di pelihara dengan menjauhi pemborosan di mana-mana.
Dek sakato mangkonyo ado, Dek sakutu mangkonyo maju,
Dek ameh mangkonyo kameh, Dek padi mangkonyo manjadi.
Jangan di lupakan pesan Nabi SAW,
أَكْمَلُ المُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا، المُوَطِؤُوْنَ أَكْنَافًا، الَّذِيْنَ يَأْلَفُوْنَ وَ يُؤْلَفُوْنَ. رواه الطبراني و أبو نعيم
Sebaik-baik mukmin seseorang adalah yang paling sempurna akhlaknya.
مَنْ لاَ يَرْحَمُ النَّاسَ، لاَ يَرْحَمُهُ اللهُ. متفق عليه
Yang tidak bisa menyangi sesama manusia tidak akan disayangi oleh Allah
a) Tugas seorang suami adalah bekerja sepenuh hati.
Ka lauik riak mahampeh, Ka karang rancam ma-aruih, Ka pantai ombak mamacah. Jiko mangauik kameh-kameh, Jiko mencancang, putuih – putuih, Lah salasai mangko-nyo sudah. Artinya bekerja mengerahkan semua potensi yang ada, tidak menyertakan lalai dan enggan, tidak berhenti sebelum benar-benar sampai, bacarai hanyo dek tumbilang.
b) Di sisi lain tidak boleh dilupakan sikap saling menghargai keluarga kedua belah pihak. Kedua belah pihak mempunyai kedudukan sama.
Ketahuilah bahwa ananda berdua ini, sepertinya, ibarat tingga maneteng nasi masak, kana lah dari mano datangnyo padi. Ibarat tingga manimang buah ranum, kanalah ka tampuak tampek bagantuang. Artinya yang nikah memang ananda berdua, tapi yang kawin adalah seluruh keluarga kedua belah pihak.
Peliharalah selalu Adat hiduik tolong manolong, Adat mati janguak man janguak, Adat isi bari mam-bari, Adat tidak salang ma-nyalang.
c) Pandai-pandai hidup bermasyarakat. Agama maupun adat mengajarkan,
لَيْسَ مِنْ أُمَّتيِ مَنْ لَمْ يُجِلَّ كَبِيْرَنَا، وَ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا، وَ يَعْرِفْ لِعَاِلمِنَا… رواه أحمد
Tidak tergolong umatku siapa yang tidak hormat ka nan tuo, dan tidak saying ka nan ketek, dan tidak arif kepada orang yang alim.
Seumpama sebuah pelayaran, maka kami lepas ananda berdua mengharungi bahtera kehidupan berbekal budi luhur. Ibarat kata orang,
Kok pai anak marantau, ma-nyauak di hilie-hilie, bakato di bawah-bawah, ba-rundiang sapatah di pikiri, di agak duri nan ka manggaruih, di agak rantiang nan ka manyangkuik, gapuak usah mambuang lamak, cadiaek usah mambuang kawan, gadang usah malendo, tinggi usah ma himpok.
حَاسِبُوْا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا، وَ زِنُوْا أَعْمَالَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوْزَنَ عَلَيْكُم ْ
Ingek sabalun kanai, Kulimek balun abih, Ingek-ingek nan ka-pai, Agak-agak nan ka-tingga.
Memelihara prinsip hidup dengan akidah yang benar dan istiqamah (konsisten) menjadi tugas setiap anak nagari di Minangkabau. Disini terletak ’izzah martabat diri.
Namun ….. ,
kok di anjak urang banda sawah,
jikok di aliah urang batu pasupadanan,
jikok di ubah urang kato pusako,
jikok di anjak urang kato nan bana,
Busuangkan dado padek-padek,
paliek-kan tando laki-laki,
ja-an takuik nyawo malayang,
ja-an cameh darah taserak,
aso hilang duo tabilang,
لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتيِ قَائِمِيْنَ عَلَى الحَقِّ
Tanamo anak laki-laki, sabalun aja ba pantang mati,
baribu saban mandatang, namun mati hanyo sakali,
Namun di dalam kabanaran, bago di pancuang lihie putuih,
satapak ja-an namuah suruik, kato bana di anjak jangan.
Disini terpatri muruah kita. Selalu berpegang kepada kebenaran.
Ingatlah, bahwa sebaik-baik hidup bermasyarakat adalah bila kita ada orang merasa bertambah dan bila kita pergi orang merasa kehilangan, karena itu hiduplah dengan saling mengingatkan kepada hidayah Allah, yaitu kebenaran (al-haq min rabbika, kebenaran itu datangnya dari tuhanmu, artinya kebenaran di gariskan oleh syari’at agama Islam jua adanya).
Tatanan masyarakat kita di Minangkabau, tetap menghormati kebenaran itu.
Kamanakan barajo ka Mamak, Mamak barajo ka Pangulu, Pangulu barajo ka mupakaik, Mupakaik barajo ka nan bana, Nan bana ba-diri sandirinyo. Artinya, di atas segala penghormatan kepada tatanan masyarakat, maka mufakat sangatlah di utamakan. Mufakat bertujuan hanya untuk menegakkan kebenaran dengan pedoman tunggalnya adalah hidayah dari Allah SWT.
مَنْ دَعَا إِلىَ هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنِ اتـَّبَعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا
“Siapapun yang membawa seseorang kepada petunjuk hidayah Allah – kemudian di ikutinya petunjuk itu –, maka dia akan mendapatkan balasan sebagaimana balasan yang diterima oleh orang yang mengikutnya, tanpa mengurangi sedikitpun pahala yang mereka peroleh” (H.R. Imam Muslim dan Ash-habus-Sunan.)

Maka, dahulukan kepentingan negeri (negara) di atas dari kepentingan diri. Walau nyawa menjadi tantangannya.
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَ تَنْهَوْنَ عَنِ المُنْكَرِ وَ تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ.
Tanah sa bingkah alah ba punyo, rumpuik sa halai lah ba miliak, malu nan balun di agiah, suku nan tak buliah di anjak.

TUGAS ISTRI AMAT MULIA
Mulai detik itu, Anakdaro Putri telah menjadi seorang istri, urang rumah, induak bareh dan Insya Allah tidak lama lagi akan menjadi seorang IBU artinya Ikutan Bagi Umat, menjadi pemayung kasih sayang anak turunan, sesuai pesan Rasulullah SAW, an nisak ‘imadul bilaad, idza shaluhat shaluhal bilaad kulluhu, wa idza fa sadat, fa-sadatil bilaad kulluhu, artinya kaum ibu itu adalah tiang utama dalam nagari, kalau mereka baik akan baiklah seluruh nagari, dan kalau mereka rusak maka binasalah seluruh nagari.
Tugas seorang ibu rumah tangga tidak sekedar menyiapkan makanan dan minuman, akan tetapi menjadi sumber dari sakinah yakni bahagia dan ketenangan. Karenanya sangat dituntut bersifat kreatif, ulet, tabah, sabar dan mampu menghidangkan keindahan dalam rumah tangga. Ingatlah pesan Nabi SAW,
إِنَّ اللهَ تَعَالىَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الجَمَالَ.رواه مسلم و الترمذي
Allah itu indah dan sangat menyenangi keindahan (HR.Muslim dan Turmudzi)
Hati-hatilah selalu, karena setiap langkah selalu di intai kerikil-kerikil tajam.
Apabila bertemu yang pahit, jangan cepat-cepat dimuntahkan, dan tidak selamanya pula yang manis mesti segera ditelan. “Barangkali ananda tidak menyukai sesuatu, padahal sebenarnya dibalik itu ada baiknya untukmu. Dan mungkin saja di balik yang ananda sukai ada kerugian untukmu. Allah semata yang tahu, dan kamu tidak mengetahui rahasia sesungguhnya – di sebalik satu kejadian–.” Begitu satu kearifan syara’ mangato dalam Kitabullah.
Kearifan itu akan melahirkan kewaspadaan dalam bertindak dan berperangai. Artinya, sejak awal harus sudah diperhitungkan apa kiranya akibat akhir dari suatu perbuatan.
“ boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. “ (QS.2, Al Baqarah : 216)
Ada kearifan, bahwa di balik sesuatu tersimpan sesuatu. Jangan terperdaya kepada yang tampak lahir semata. Arif melahirkan kewaspadaan dalam bertindak dan berperangai.
Dalam awa akie mambayang,
Dalam baiak kanalah buruak,
Dalam galak tangih kok tibo,
Hati gadang utang kok tumbuah.
Sejak awal, diperhitungkan apa mudharat dan manfaat dari suatu. Hati-hati dalam bertindak. Jangan perturutkan hati gadang, sehingga lupa nasehat orang tua-tua.
Dibalik gembira, bisa menanti duka membawa tangis. Sia-sia hutang tumbuh, kurang awas nagari kalah.
ADAT MENETAPKAN PEREMPUAN MINANGKABAU ;
”Adopun nan di sabuik parampuan, tapakai taratik dengan sopan. Mamakai baso jo basi. Tahu di ereang jo gendeang.
Mamakai raso jo pareso. Manaruah malu dengan sopan.
Manjauhi sumbang jo salah. Muluik manih baso katuju.
Kato baiak kucindan murah, pandai bagaua samo gadang.
Hormat kapado ibu bapo.
Khidmat kapado urang tuo-tuo, labiah kapado pihak laki-laki. Takuik kapado Allah, manuruik parentah Rasulullah.
Tahu di korong dengan kampuang, tahu di rumah dengan ranggo.
Tahu manyuri mangulindan. Takuik di budi katajua.
Malu di paham ka tagadai. Tahu di mungkin dengan patuik. Malatakkan sasuatu pado tampeknyo.
Tahu ditinggi dengan randah, bayang-bayang sapanjang badan.
Bulieh ditiru dituladan.
Kasuri tuladan kain, kacupak tuladan batuang.
Maleleh buliaeh dipalik, manitiak bulieh ditampuang.
Satitiak bulieh dilauikkan, sakapa dapek digunuangkan.
Iyo dek urang di nagari”.
Inilah, posisi dan harkat perempuan di Ranah Bundo. Mulia dan bermartabat. Perempuan Minang, padu isi dengan lima sifat utama; benar, jujur, pandai, fasih terdidik, dan bersifat malu.
Rarak kalikih dek mindalu, tumbuah sarumpun jo sikasek,
Kok hilang raso jo malu, bak kayu lungga pangabek.
Anak urang Koto Hilalang, Handak lalu ka Pakan Baso,
Malu jo sopan kalau lah hilang, habihlah raso jo pareso.
Al hayak nisful iman = malu adalah paruhan dari Iman.
Di kala melakukan kebaikan perlu dijaga kehati-hatian agar yang baik itu tetap terlaksana dengan bai. Karena hanya kelalaian jua yang akan membawa kepada keburukan.
Di sebalik itu tidak segera berbesar hati tatkala menerima kebaikan dengan tertawa, kalau-kalau nanti di belakang kegembiraan tersebut masih tersimpan keduakaan yang membawa tangis. Sekali-kali jangan pula terlampau memperturutkan hati gadang, karena kesia-siaan seringkali menimbulkan hutang besar.
Yang perlu di ingat, jangan cepat berputus asa.
Riak jo galombang adolah permainan lauik.
Bagisia sampan jo pandayuang adaik nan alah biaso.
Usah rusuah jo putuih aso.
Kandalikan kamudi elok-elok,
nak ja-an ma-antak karang.
Kok itu nan sampai ta jadi,
karam sampan karam nakodo,
karamlah rumah tanggo ananda baduo.
Maka yang paling baik dilakukan, adalah selalu meminta pertolongan kepada Allah dengan shabar dan shalat. Sesuai pesan Rasulullah SAW, “Apabila dikau memerlukan sesuatu mintalah kepada Allah. Dan bila engkau memerlukan pertolongan mintalah pertolongan kepada Allah “.
Jangan meminta kepada segala yang di keramatkan, apalagi kepada paranormal yang kadangkala banyak pula yang tidak normal. Akibatnya ananda berdua bisa terseret kepada mensyarikatkan Allah, ujung-ujungnya doamu tidak akan di kabulkan Allah.
Pesan Rasulullah sangatlah jelas, yang lima waktu jangan engkau lalaikan apalagi di tinggalkan. Doamu akan di nilai dari sini !!!. Allah tidak akan memperhatikan permintaan seorang hamba jika hamba itu tidak mau memenuhi kehendak tuhannya. Nabi Muhammad SAW meningatkan perkataan dari Allah SWT, “Aku tidak akan memperhatikan apa yang menjadi hak hamba-Ku, sebelum ia memenuhi kewajibannya kepada Ku”. (Hadist Qudsi)
Seorang istri, di dalam adat nan basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, diminta untuk selalu mernjaga diri dan muruah-nya ;
1. Hendaklah pakaianmu menutup aurat bila keluar rumah dan bepergian sesuai adat mamakai raso jo pareso, mampunyai malu dengan sopan. Kitabullah menyebutkan perintah Allah, ”Wahai Nabi, sampaikan kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu serta istri orang yang beriman, hendaklah bila mereka berpakaian menutupi seluruh tubuh mereka”.
2. Jangan berkata keras, apalagi bersikap kasar membangga diri, bagaikan di kacak batih bak batih, di kacak langan bak langan yang di arahkan kepada suami junjungan diri. Apabila ingin menyampaikan sesuatu kepada suami, carilah waktu dan saat yang tepat.
3. Jangan menolak panggilan atau suruhan suami kepada yang baik. Bahkan jangan berpuasa sunat tanpa seizin suami (kecuali puasa yang wajib).
4. Jangan berpergian meninggalkan rumah tanpa seizin suami. Jangan menerima tamu laki-laki kalau bukan keluarga sendiri (muhrim) di saat suami tidak di rumah.
5. Jangan berhias berlebih-lebihan hanya untuk di lihat orang lain, lupa berbenah diri bila suami pulang ke rumah.
6. Simpanlah rahasia rumah tangga ananda berdua dengan baik. Karena menceritakan rahasia rumah tangga, sungguh satu aib besar.
Larangan ini, pertanda kuatnya budi dan malu. Syarak mengajarkan al hayaa-u nisful-iman. Artinya “malu adalah setengah dari iman”.
Fatwa adat kita di Ranah Minang menyebutkan,
Dek ribuik rabahlah padi, di cupak Datuak Tumangguang.
Hiduik kalau indak ba budi, duduak tagak kumari tangguang.
Rarak kalikih dek mandalu, tumbuah sa rumpun di tapi tabek,
Kok hilang raso jo malu, bak umpamo kayu lungga pangabek.
Kuaik rumah karano sandi, rusak sandi rumah binaso,
Kuaik bangso karano budi, rusak budi hancua-lah bangso.
Seterusnya, budi dan malu itulah pakaian bundo kanduang di ranah bundo.
Bundo kanduang adalah, limpapeh rumah nan gadang, umbun puruak pegangan kunci, hiasan di dalam kampuang, sumarak dalam nagari, nan gadang basa batauah, kok hiduik tampek ba nasa, kalau mati tampek ba niaik, ka unduang-unduang ka tanah suci, ka payuang panji ka sarugo.
Maknanya menjadi tiang rumah yang besar, menjadi umbun puruak pegangan kunci, menjadi perhiasan kampung dan sumarak nagari, menjadi ikutan yang bertuah, tempat bernazar bagi anak turunan di masa hidup, menjadi tempat berniat di kala mati telah menjemput, menjadi teman ke tanah suci dan pengganti payung ke sorga, al jannatu tahta aqdamil ummahaat, sorga terletak di bawah telapak kaki ibu.
Rasulullah SAW telah bersabda, “Seorang istri yang taat melakukan shalat 5 waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga diri (kehormatan faraj-nya), setia kepada suaminya, — dia akan di masukkan ke dalam sorga dari pointu mana saja yang dia ingini”.
Wanita muslimah harus mendirikan shalat lima waktu tepat pada waktunya. Tidak melalaikan waktu-waktu shalat tersebut karena disibukkan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, atau tugas sebagai ibu dan istri. Sebab shalat merupakan tiang agama, siapa yang menegakkannya berarti dia menegakkan agama, dan siapa yang meninggalkan-nya berarti dia telah merobohkan agama.
Shalat merupakan amal yang paling utama. Diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud RA dia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah saw, apakah amal yang paling utama?” Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.” Aku bertanya, kemudian apa lagi? Beliau menjawab, “Berbakti kepada orang tua.” Aku bertanya, kemudian apa lagi? Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” (Muttafaq Alaih).
Wanita muslimah yang taat tidak merasa cukup hanya melaksanakan shalat wajib lima waktu, tetapi juga melaksanakan shalat-shalat sunnah rawatib dan nawafil (sunnah secara mutlak), sesuai dengan kesempatan dan kesanggupannya, seperti shalat dhuha dan shalat tahajud. Sebab shalat-shalat sunah ini dapat mendekatkan hamba kepada Rabb-nya, mendatangkan kecintaan Allah dan ridhaNya, menjadikannya termasuk orang-orang yang shalih, taat dan beruntung.
Sabda Rasulullah saw dalam sebuah hadist qudsy Allah berfirman, “Hambaku senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan melaksanakan shalat-shalat nafilah hingga Aku mencintainya. Jika Aku sudah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya, dengannya dia mendengar, Aku menjadi penglihatannya, dengannya dia melihat, Aku menjadi tangannya, dengannya dia bertindak, Aku menjadi kakinya, dengannya dia berjalan. Jika dia memohon kepadaKu maka Aku benar-benar akan memberinya dan Jika dia meminta perlindungan kepadaKu maka Aku benar-benar akan melindunginya”. (HR.Al-Bukhari).
Dan hal lain yang merupakan kewajiban seorang wanita muslimah, dan jangan lupa memohon taufik kepada Allah untuk merealisasikan semua itu!
Waktu manakala tidak digunakan dengan baik maka akan terbuang untuk perkara yang sia-sia.
Semua orang merasakan hal itu.
Maka jika seseorang tidak mengisi waktunya dengan kebaikan, ia akan menghabiskannya untuk kejelekan. Orang yang tidak mengambil faedah dari waktu mereka, serta menyia-nyiakan waktunya untuk perkara yang merugikan, maka waktunya itu akan menjadi padang rumput bagi syetan-syetan yang senantiasa membolak-balikkan dalam kesesatan. Na’udzubillah.
Orang yang menyadari akan cepatnya waktu berlalu, mereka adalah orang-orang yang mendapatkan taufik dari Allah sehingga waktu mereka benar-benar bermanfaat. Hadist Rasulullah SAW, dari Abdullah Ibnu Mas’ud Radhiallahu ‘anhu, bahwasanya dia berkata, “Tidaklah aku menyesali sesuatu, seperti penyesalanku atas suatu hari yang berlalu dengan terbenamnya matahari, semakin berkurang umurku, tetapi tidak bertambah amalanku”.
Alangkah mulia dan tingginya penghargaan Allah SWT bagi seorang istri, bila ia dapat melakukan empat macam ibadah di tambah dengan ibadah-ibadah lainnya yang cukup banyak. Bila mau mengamalkannya.
Wanita muslimah hendaknya mengetahui kewajiban-kewajibannya. Di antaranya kewajiban kepada Rabb-nya, kewajiban kepada orang tuanya, kewajiban kepada suaminya, kewajiban terhadap anaknya, kewajiban terhadap kaum kerabatnya, kewajiban terhadap tetangga, kewajiban terhadap saudara dan temannya, dan kewajiban terhadap masyarakatnya.
Bismillah, dengan pedoman hidup ini layarkanlah bahtera hidup, hati-hati memegang kemudi, Insya Allah terjejak tanah tepi.
Ananda berdua !!!, Allah Khaliqul ‘alam yang telah menciptakan alam semesta dengan sempurna, tidak ditemui di dalamnya sesuatu yang percuma (QS. 3, Ali ‘Imran, ayat 191), di didik Nya dan diaturnya alam semesta dengan satu aturan langgeng sesuai dengan fithrah (kejadian) yang tetap (QS. 30, Ar Rum, ayat 30) dengan satu perangkat natuur wet (undang undang alami) yang lebih di kenal dengan sunnatullah.
Tidak dibiarkannya alam itu berjalan sendiri sendiri, supaya satu sama lain tidak terjadi perbenturan. Begitulah hakekatnya kandungan nilai nilai pendidikan yang diikat kokoh oleh kasih dan sayang (Ar Rahmah dan Ar Rahim).
Akhirnya, dari Allah semua ini datang dan terjadi, kepada Nya jua semua akan menghadap.
Maka makhluk terutama manusia dengan pengetahuan keyakinan (haqqul yaqin) tentang Khaliq (Allah) dan makhluk (alam mayapada) ini, akan bertumbuh menjadi pribadi pribadi yang kokoh (exist) dalam karakter teguh (istiqamah, konsisten) dan tegar (shabar, optimis) dalam menempuh hidup.
Rohaninya (rasa, fikiran, dan kemauan) terbimbing oleh keyakinan agama (hidayah iman), serta jasmaninya (gerak, amal perbuatan) terbina oleh aturan aturan agama (syari’at Kitabullah dan Sunnah Rasulullah).
Begitulah satu perilaku kehidupan menurut mabda’ (konsep) Al Qur’an, bahwa makhluk di ciptakan dalam kerangka pengabdian kepada Khaliq (QS. 51, Adz Dzariyaat, ayat 56). Maka kehadiran Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam senantiasa memberi ingat manusia supaya jangan terperangkap dengan kebodohan dan kelalaian sepanjang masa. Manusia adalah makhluk pelupa (Al Hadist).
Manusia hidup dengan budaya, memiliki keyakinan dengan satu ajaran (norma agama). Kita tidak bicara agama agama dalam konsep manusia (menurut alam fikiran semata). Tetapi, meninjau manusia dari sudut pandang Islam. Karena, sebagai Muslim tentu kita lebih berhak bicara tentang Islam, seiring dengan pokok keyakinan Al Qur’an mendiskripsikan Islam adalah agama disisi Allah (QS. Ali ‘Imran, 19). Islam adalah agama yang kamal, sempurna merupakan nikmat yang lengkap, dan agama yang di redhai (QS. Al Maidah, 3) mencari agama selain Islam tidak akan diperkenankan oleh Allah, di dunia dan akhirat merugi. (QS. Ali ‘Imran, 85).
Islam sebagai agama wahyu, sempurna sejak Nuh AS terus menerus hingga Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam, amat disempurnakan oleh Al Quranul Karim, agar manusia menegakkan Islam yang benar itu.
Selalu ditemui yang tidak menerima keesaan Allah (musyrik, paganisme atheis) sulit menerima ajaran Islam. Hanya Allah yang bisa membimbing ummat manusia kepada hidayah Islam (QS. Asy Syu’ara, 13).
Nabi Muhammad pun menyebutkan bahwa hanya sebuah bata terakhir dari bangunan indah yang telah disusun para rasul terdahulu, dan jika beliau tidak ada maka bangunan indah itu tak kunjung selesai (Al Hadist).
Penyempurnaan itu adalah dengan hidayah Iman, Al Qur’an dan agama yang haq yakni Islam (QS. Al Fath, 28).
Ummat Muslim, dibekali dengan satu toleransi yang tinggi, betapapun dia tidak boleh memaksakan keyakinannya kepada orang lain yang masih belum mau menerima kebenaran Islam (QS. Al Baqarah, 256).
Seorang Muslim diperintah berdada lapang dalam menerima kenyataan bahwa ada saja orang yang fanatik dengan ajaran ajaran yang diterimanya turun temurun (QS. Al Kafiruun,6) Namun sebagai Muslim, dia berkewajiban menda’wahkan Islam, dengan menerapkan amar ma’ruf dan nahi munkar (QS. Ali ‘Imran,104). Walaupun pada awalnya belum akan diterima oleh seluruh ummat manusia, tetapi setidaknya mereka mendapatkan nilai pembanding. Islam adalah agama teruji dan terpuji.
Tindakan amar ma’ruf nahi munkar, diterapkan mulai dari diri sendiri. Satu celaan besar bila hanya menyeru/menyuruh, kemudian mengabaikan (QS. Al Baqarah, 44), dan (QS. Ash Shaf, 3). Amar ma’ruf nahi munkar sebagai tiang kemashlahatan bagi kehidupan ummat manusia, di dasari dengan Iman billah (QS. Ali ‘Imran, 110) sehingga tercipta satu bangunan ummat yang berkualitas (khaira ummah).
Kewajiban asasi setiap insan adalah menjaga dirinya dan keluarganya dari bencana atau api neraka (QS. At Tahrim, 6).
Alangkah sistematiknya hidayah Al Qur’an, karena tidak diturunkan dalam bentuk pengelompokkan masalah. Namun, tidak satu problema kehidupanpun yang tidak terakomodasi di dalamnya. Sistematika Al Qur’an, terlihat dalam kerangka universalitasnya (syumul), yang dengannya Al Qur’an mampu menjawab setiap tantangan dalam sebarang zaman (QS. Al Baqarah, 2 dan 23).
Namun yang berkemampuan menerima dan menjalankan petunjuk Al Qur’an hanyalah yang bertaqwa (memelihara diri) juga. Masih ragukah ananda berdua dengan Al Qur’an sebagai hidayah Islam ? Jangan ragu sedikitpun, dan dengan itu ananda berdua kami beri bekal dalam hidup.
Kami bersama mendoakan, Semoga Allah akan senantiasa melimpahkan berkah yang banyak kepada ananda berdua yang telah mengumpulkan ananada berdua ke dalam kebaikan. Amin Ya Mujibas Sailina.
Wabillahittaufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh,

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s