Tata Cara Mandi Wajib Menurut Bimbingan Islam

Tata Cara Mandi Wajib

Menurut Bimbingan Agama Islam

Oleh Buya H. Masoed Abidin

1.Berniat dalam hati, tidak perlu dilafazkan. Contoh Niat, “Bismillâhi al-Rahmâni al-Rahîm, sengaja aku mandi wajib (membersihkan hadas dan najis) karena Allâh  subhânahu wata`âlâ.

2.Membasuh Seluruh Anggota Badan. Pada saat membasuh anggota badan, ada beberapa hal yang disunatkan:

a.Mulailah dengan mencuci kedua tangan tiga kali.

b.Kemudian membasuh kemaluan.

c.Lalu berwudhu’ secara sempurna, seperti halnya wudhu’ untuk shalat. Mulai dari sebelah kanan.

d.Kemudian menuangkan air ke atas kepala sebanyak tiga kali sambil menyelang-menyelangi rambut agar air sampai membasahi urat-uratnya. (ini khusus membasahi kepala saja atau sama dengan seseorang membersihkan rambutnya pakai shampo).

e.Lalu mengalirkan air keseluruh badan dengan memulai sebelah kanan lalu sebelah kiri tanpa mengabaikan kedua ketiak, bagian dalam telinga, pusar dan jari-jari kaki serta menggosok anggota tubuh yang dapat digosok. Mengalirkan air sedikitnya tiga kali. Selesai.

f.Khusus untuk perempuan yang berambut panjang tidak diwajibkan menguraikan rambutnya seperti laki-laki. Sabda Rasul Allâh SAW, “Bahwa seseorang perempuan bertanya kepada Rasul Allâh SAW: “Jalinan rambutku amat ketat, haruskah diuraikan jika hendak mandi janabah? ”Rasul AllâhSAW menjawab: “Cukuplah bila engkau menuangkan ke atasnya air tiga kali, kemudian engkau timbakan ke seluruh tubuhmu. Dengan demikian engkau telah suci.” (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidziy).

Semua aturan ini berdasarkan pemahaman prinsip-prinsip ajaran Islam, yang mengandung hikmah dan kebaikan untuk semua manusia, terutama sekali bagi umat islam, untuk menjaga kepuasan bagi sesama pasangan berdasarkan tujuan awal dari pernikahan yaitu ibadah kepada Allâh, serta untuk menjaga kelestarian keturunan, disamping suatu wadah penyaluran hasrat sex yang dimiliki manusia kepada lawan jenis secara sehat dan bermartabat lagi terhormat. Maka bertakwalah kepada Allâh dan ta`atlah.

Ketahuilah, pada hakekatnya maksud dari syari`at adalah mentaati Allâh secara mutlak, karena manusia hanya dapat mengkaji, memahami dan mengamalkannya berdasarkan kemampuan intelektual yang dianugerahkan-Nya.

Dalam berbagai literatur ditemukan banyak fatwa-fatwa ulama tentang perempuan, berkisar antara profesi dan status perempuan sebagai mitra laki-laki dalam urusan mu`amalah, namun dalam masalah ibadah, perempuan mendapat tempat tersendiri. Contoh, perempuan yang haid tidak diwajibkan melakukan shalat, sampai ia suci, dari haid atau bahkan dalam keadaan nifas juga termasuk dalam kategori ini. Contoh lain, seorang isteri yang ingin berpuasa sunat dalam keadaan yang sama ia harus menuhi hasrat seksual suaminya, pada saat itu, bagi sang isteri tidak ada pilihan lain, hanya memenuhi hasrat suaminya, dengan ikhlas, akan menjadi ibadah baginya, melebihi puasanya yang akan dilakukan.

Lelaki (suami) yang bertaqwa, tentulah tidak meminta istrinya membatalkan puasa, hanya karena ingin memenuhi hajat libidonya. Hamba yang mukmin dan muttaqin, tentulah mampu mengendalikan hasratnya.

Demikian Islam menghormati kaum laki-laki dan menghargai perempuan dengan pahala yang seharusnya berada dalam keinginan yang tidak terbayangkan. Dan banyak lagi peluang-peluang terhormat lainnya terkadang diabaikan atau bahkan meremehkannya. Nabi Muhammad SAW pernah mengisyaratkan, “kalaulah tidak dilarang makhluk menyembah makhluk, maka akan aku perintahkan isteri menyembah pada suaminya.”

Begitu berharganya penghormatan yang diberikan kepda sang suami. Konsekwensi dari penghormatan terhadap suami (lelaki) ini, maka seorang suami bertanggungjawab terhadap perlindungan dan kasih sayang tercurah dengan tulus kepada istrinya.

Di mata sang isteri hanya suaminya menjadi sanjungan, setelah kecintaan kepada Allâh dan Rasul.

Maklumilah, bahwa Allah pula yang mewasiatkan kepada setiap manusia agar menghormati dan berterima kasih kepada kedua orang tua (ayah dan bunda).

Di sini terletak pokok akhlak mulia itu.

About these ads

39 thoughts on “Tata Cara Mandi Wajib Menurut Bimbingan Islam

  1. Yth. kakak Buya Masoed Abidin / Om Buya Masoed Abidin

    -Kan saya sudah nurutin tata cara nya.
    tata cara yang ke 1.
    tata cara yang ke 2. : (tahap a,b,c,d,e)
    -setelah itu saya mandi biasa (maksud nya : mandi pake sabun dan sampo) .
    lalu saya langsung ambil wudhu lagi ( Untuk sholat).
    setelah tuh saya langsung sholat.

    1.saya mau nanya apakah saya tadi sahh melaksanakan mandi wajib??
    2. saya mau nanya lagi, jika saya benar-benar miba, apakah sahh mandi wajib saya??
    3. saya mau nanya lagi , jika saya tidak benar-benar miba, apakah saya akan berdosa atau tidak??

    mohon di jawab ya!!!
    bisa lewat facebook. :e-mail:fadelmuhammad63@yahoo.co.id

    mahon ya Yth. kakak Buya Masoed Abidin / Om Buya Masoed Abidin

    salam fadel muhammad

  2. apakah harus memakai sampo?
    jika tidak memakai sampo apakah tidak sah?

    saya biasanya hanya niat lalu mandi seperti biasa dan terakhir berwudhu..
    apakah itu sudah sah?

  3. dalam mandi wajib perempuan yang berambut panjang diatas disebutkan tidak menguraikan rambutnya saat mandi tpi membasuh dari atas kepalanya sebanyak 3 kali dan telah suci, berarti tidak berkeramas yah pak ?

    • Janganlah enggan mengerjakan yang disuantkan kalau kita sudah memahami .. sebab sebenarnya mengerjakan yang disunatkan itu amat disenangi dalam sunnah .. meninggalkan yang disunatkan itu memang tidak berdosa tapi merugi .. hakikat sunat itu adalah mengerjakannya berpahala meninggalkannya merugi .. Demikian .. Wassalam

  4. Yth. kakak Buya Masoed Abidin / Om Buya Masoed Abidin….
    saya mau bertanya,,,pada tahap berwudhu sperti sholat,,apakah kita jg harus membaca niat sperti hal niat berwudhu,,,,??????
    terimakasih..
    wassalam….

  5. Oiya maksud yg

    e.Lalu mengalirkan air keseluruh badan dengan memulai sebelah kanan lalu sebelah kiri tanpa mengabaikan kedua ketiak, bagian dalam telinga, pusar dan jari-jari kaki serta menggosok anggota tubuh yang dapat digosok. “Mengalirkan air sedikitnya tiga kali”.

    Mengalirkan air sedikitnya tiga kali itu apakah kita basuh tubuh kita dari atas sampai bawah dulu lalu kita ulang lagi sampai 3 kali

    atau

    membasuh satu persatu bagian tubuh 3x seperti, tangan 3x badan 3x dan seterusnya ?

  6. as’salamualaikum Bpk buya Massoed Abidin,
    saya ingin bertanya
    Jika saya lupa tidak mendahulukan yang kanan ,dan jika mengalirkan air ke seluruh tubuhnya tidak 3kali atau lebih atau kurang.
    apakah itu sudah sah?

    Tolong di jawab secepatnya…..

  7. saya mau tanya,.
    biasa nya saya mandi wajib dengan niat,.kadang berwudhu kadang tidak,.tapi saya membersih kan badan dari atas sampai kaki agar badan saya tidak terlewati,.
    yang sya tau asal jangan terlewati kulit satu pun,.sya tidak tau ada aturan mandi wajib seperti keterangan di atas,.
    berarti selama ini apakah sya berdosa,.solat sya mengaji memasuki masjid,.
    mohon di balas
    facebook saya : wisnu.bara@ymail.com

  8. saya mau bertanya………..saya baca dari blog-blog yg lain setelah mengalirkan air ke seluruh tubuh lalu mencuci kaki,apakah itu sudah sah ,
    dan saat menuangkan air ke atas kepala dan mengalirkan air keseluruh tubuh itu harus 3kali?
    -saya waktu itu membasuh bagian tubuh bagian kanan 3kali bagian kiri 3kali dan sesudahnya mencuci kaki.
    apakah itu sudah sah?

    mohon di jawab ya!!!!!!!!!!!!!!
    penting banget nih!

  9. Assalamualaikum pak saya mau tanya sudah sah kah mandi wajib yg saya lakukan?? yg saya lakukan adalah niat, sesudah niat saya langsung mandi seperti biasa dan terakhir saya wudhu

    apakah itu sudah sah menurut agama??

  10. assalamualaikum pak haji Buya H. Masoed Abidin.. numpang nanya dikit nih.
    apakah pada saat mandi ini tidak perlu menghadap ke kiblat pak haji?
    sebab waktu ane masih sekolah dulu ane pernah mendapat pembelajaran juga tetapi sedikit. hehehe

  11. Assalamualaikum Pak Masoed Abidin, saya mau bertanya, apakah jika tidak pakai shampo tetapi pakai sabun setelah tata cara mandi wajib, sah atau tidak Pak? terima kasih Wassalamualaikum….

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s