<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Apa Kata Bung Hatta</title>
	<atom:link href="http://masoedabidin.wordpress.com/2008/06/14/apa-kata-bung-hatta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://masoedabidin.wordpress.com/2008/06/14/apa-kata-bung-hatta/</link>
	<description>Himpunan Tulisan, Komentar, dan Pemikiran tentang Adat Minangkabau, yang lazim disebut Adaik Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah, sebagai bagian tak terpisahkan dari Masyarakat Adayt, serta mata rantai perjuangan Bangsa Indonesia.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Oct 2009 15:34:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Buya Masoed Abidin</title>
		<link>http://masoedabidin.wordpress.com/2008/06/14/apa-kata-bung-hatta/#comment-37</link>
		<dc:creator>Buya Masoed Abidin</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 23:21:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://masoedabidin.wordpress.com/?p=214#comment-37</guid>
		<description>Tanggapan Mestika Zed
Bung Hatta: tidak suka terhadap hal-hal yang tidak efisien, cepat dan tepat.
Bung Hatta : Bung Hatta adalah Bapak Bangsa, merupakan kumpulan orang, ia hanyalah salah satu saja yang membangunn Bangsa.
Tokoh Unik =&gt; reputasi intelektual dan sebagai sifat pribadinya.
 Cara Baik =&gt; Mencakup dimensi intelektual dan kombinasi dengan ruang 
Batinnya
Prestasi: =&gt; kontribusi pemikiran adalah 
* Pemikiran ekonomi kerakyatan.
* Konsep politik bebas aktif
* Demokrasi dan Nasionalisme (sebuah tarikan nafas terhadap kepedulian solidaritas di suatu negara secara bersama-sama)
Demokrasi = Demokrasi Kita, demokrasi tanpa embel-embel
Penyakit “Pust Power Sindrom”
“Membawakan diri seperti orang layaknya orang berkuasa ketika berkuasa”
“Otak cemerlang untuk berfikir sehat, dan adanya ruang bathin dalam mengontrol kehidupannya”
“Bung Hatta itu kok bajunya itu-itu saja”
Bangsa ini terlalu boros dan kurang tahu diri.

Tanya Jawab:
1. Ani, SMU I Padang, Mengapa pada saat sekarang ini sulit untuk melahirkan seorang Hatta, bagaimana kehidupan rumahtangga Hatta?
2. Imaduddin, Bagaimana kita konsisten seperti Hatta, dimana posisi pengambil kebijakan, kesadaran kolektif bagaimana caranya?
3. Basyir, Kita sudah kehilangang orang tua, 
4. Heri, Apakah partai Islam itu belum memahami nasionalisme sebenarnya?

Jawaban:
Buya
Watak tidak dibentuk sendiri, watak dibentuk bersama-sama.
Ada sesuatu yang memberikan latar-belakang dalam kehidupan ini, yaitu cita-cita, dia bisa tumbuh dari apa yang didengar, dilihat, dan dilakukan.
Penjajahan sekarang adalah “Penjajahan Ekonomi”. Cita-cita perlu tumbuh.
Tokoh tidak lahir dari mencontoh, tokoh lahir dari zaman.
Yang diperlukan:
1.	Konsep Hidup
2.	Syakhsiyyah
لما يحيكم 
Hatta tidak takut dengan beban, namun bagaimaan kita?

Mestika
Kepribadian seseorang tidak dibentuk dalam semalam, namun keluarga, silsilah, dan lingkungan
Neo Kolonialisme, prilaku watak penjajahan oleh bangsa sendiri yang punya kaitan dengan kekuatan-kekuatan internasional.
“Pernahkah kita (pemimpin) membuat sebuah upaya yang jelas agar orang-orang muda Minang tidak pindah agama”</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggapan Mestika Zed<br />
Bung Hatta: tidak suka terhadap hal-hal yang tidak efisien, cepat dan tepat.<br />
Bung Hatta : Bung Hatta adalah Bapak Bangsa, merupakan kumpulan orang, ia hanyalah salah satu saja yang membangunn Bangsa.<br />
Tokoh Unik =&gt; reputasi intelektual dan sebagai sifat pribadinya.<br />
 Cara Baik =&gt; Mencakup dimensi intelektual dan kombinasi dengan ruang<br />
Batinnya<br />
Prestasi: =&gt; kontribusi pemikiran adalah<br />
* Pemikiran ekonomi kerakyatan.<br />
* Konsep politik bebas aktif<br />
* Demokrasi dan Nasionalisme (sebuah tarikan nafas terhadap kepedulian solidaritas di suatu negara secara bersama-sama)<br />
Demokrasi = Demokrasi Kita, demokrasi tanpa embel-embel<br />
Penyakit “Pust Power Sindrom”<br />
“Membawakan diri seperti orang layaknya orang berkuasa ketika berkuasa”<br />
“Otak cemerlang untuk berfikir sehat, dan adanya ruang bathin dalam mengontrol kehidupannya”<br />
“Bung Hatta itu kok bajunya itu-itu saja”<br />
Bangsa ini terlalu boros dan kurang tahu diri.</p>
<p>Tanya Jawab:<br />
1. Ani, SMU I Padang, Mengapa pada saat sekarang ini sulit untuk melahirkan seorang Hatta, bagaimana kehidupan rumahtangga Hatta?<br />
2. Imaduddin, Bagaimana kita konsisten seperti Hatta, dimana posisi pengambil kebijakan, kesadaran kolektif bagaimana caranya?<br />
3. Basyir, Kita sudah kehilangang orang tua,<br />
4. Heri, Apakah partai Islam itu belum memahami nasionalisme sebenarnya?</p>
<p>Jawaban:<br />
Buya<br />
Watak tidak dibentuk sendiri, watak dibentuk bersama-sama.<br />
Ada sesuatu yang memberikan latar-belakang dalam kehidupan ini, yaitu cita-cita, dia bisa tumbuh dari apa yang didengar, dilihat, dan dilakukan.<br />
Penjajahan sekarang adalah “Penjajahan Ekonomi”. Cita-cita perlu tumbuh.<br />
Tokoh tidak lahir dari mencontoh, tokoh lahir dari zaman.<br />
Yang diperlukan:<br />
1.	Konsep Hidup<br />
2.	Syakhsiyyah<br />
لما يحيكم<br />
Hatta tidak takut dengan beban, namun bagaimaan kita?</p>
<p>Mestika<br />
Kepribadian seseorang tidak dibentuk dalam semalam, namun keluarga, silsilah, dan lingkungan<br />
Neo Kolonialisme, prilaku watak penjajahan oleh bangsa sendiri yang punya kaitan dengan kekuatan-kekuatan internasional.<br />
“Pernahkah kita (pemimpin) membuat sebuah upaya yang jelas agar orang-orang muda Minang tidak pindah agama”</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
